Mayat dalam Goni, Ibu Korban : Kenapalah sampai Begitu Kalau Cuma Mau Keretanya…

korban semasa hidup

korban semasa hidup

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Penemuan mayat dalam goni dan terapung di pingiran anak sungai di Desa Pematang Sei Baru, Dusun II Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Senin (8/8/2016) telah dipastikan Fadly Tamimi. Kuat dugaan Tamimi menjadi korban perampokan, karena sepedamotor korban hingga saat ini belum ditemukan.

Ditemui di kediamannya, Asni (58) orangtua dari Fadly mengungkapkan, kepergian Fadly membuat luka yang mendalam di hatinya. “Saat itu saya sedang mengaji dan bapaknya sedang di Masjid, jadi kami tidak tau kalau dia pergi dari rumah  dan dia tidak bilang,” kata Asni.

Malam kepergian Fadly tersebut, menurut Asni mereka sudah berusaha mencari korban, namun tidak ketemu.

Baca Juga : Mayat dalam Goni Itu Bernama Fadly Tamimi

“Malam itu saya tiba-tiba khawatir, jam 11 malam saya lihat kok dia nggak pulang. Biasanya ngasi kabar, lalu saya coba menghubungi Hp nya namum tidak aktif. Lalu saya suruh bapaknya untuk mencari ke kantor polisi dan rumah sakit entah mana tau tabrakan, namun tidak ketemu. Hingga pagi pun dia tak pulang,” ucap Asni.

Selanjutnya pihaknya pun mencoba menghubungi rekan-rekan korban dan berusaha mencari korban sebisa mungkin. Namun Fadly tetap tidak ditemukan. Setelah satu malam tidak pulang, Sabtu (6/8/2016) pihak keluarga melaporkan kepergian Fadly ke kantor polisi.

Asni melanjutkan bahwa dirinya tidak mengetahui pada malam kepergian korban  tersebut rupanya ada mengirim SMS melalui nomor HP temannya. Isi SMS nya, Fadly mengaku ingin merantau karena sudah tidak tahan lagi bekerja ditempat biasa dan korban pergi merantau bersama teman semasa SMP nya.

“Saya nggak tau kalau ini dia atau pun pelaku yang SMS, sebab nomor HP nya bukan HP Fadly. Kata nya di sms aku capek kerja, uda niatku aku mau ikut kerja sama kawan. Kok pamit pasti tak dikasi, jadi aku berangkat malam ini sama kawanku SMP dulu dan baju dialah yang nanti kujadikan bajuku sementara,” ungkap Asni.

Ketika nomor tersebut dihubungi abang korban mengatakan yang mengangkat suaranya wanita.“Jadi yang memangkat nomor itu perempuan namun tak sempat berbicara panjang HP nya mati dan sampai saat ini,” ujarnya.

Menurut Asni sepengetahuannya Fadly tidak memiliki pacar. Sebab saat ini Fadly lebih mengutamakan pembayaran kredit sepedamotornya.
“Dia nggak merokok, nggak punya pacar. Sebab gajinya hanya cukup membayar cicilan sepedamotor,” tutur Asni.

Selanjutnya Asni menuturkan bahwa Fadly merupakan anak kelima dari lima bersaudara,  termasuk anak pendiam dan tak banyak bicara juga tak mempunyai musuh.

“Anak saya ini anak yang baik, tak banyak bicara dan setahu saya dia nggak ada musuh,” kata AsniSelain itu, selama ini Fadly hanya bergaul di sekitar kota dan gang rumahnya.

“Dia kalau pun pergi hanya ke kota dan di gang ini dan paling lama jam 11 malam pulang itu pun ngasi kabar,” ucapnya.Terkait masalah perkerjaan Fadly, Asni mengatakan Fadly anak yang rajin sebab sudah dua tahun dia bekerja di tempatnya bekerja.

“Dia anak yang saya harapkan untuk mengurus saya ketika tua nanti, tapi kenapa sampai hati pelakunya berbuat begitu kepada anakku,” sebutnya sembari meneteskan air mata.

Asni berharap kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang begitu keji menghabisi nyawa Fadly,“Saya berharap kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pembunuh anakku yang sunguh keji,” ujar Asni.

Asni mengatakan pembunuh Fadly orang yang begitu keji kerena tega menghabisi nyawa Fadly secara tak lazim.“Kenapalah sampai begitu dia buatnya anakku kalau pun ini mengambil keretanya,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Terpisah Kapolsek Sei kepayang AKP Ramadahi ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sedang melakukan penyidikan kasus kematian korban. Saat ini beberapa orang saksi juga telah dilakukan pemeriksaan.“Sampai saat ini kita terus melakukan penyelidikan atas kasus pembuhan ini,” ujarnya singkat. (mag02/syaf/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds

PSMS Bawa 18 Pemain ke Surabaya

Dari daftar pemain yang dibawa dua nama Frets Listanto dan Muhammad Alwi Slamet belum tampak. Keduanya masih berjibaku dengan Pekan …