Polisi Tetapkan Lima Tersangka Tewasnya Siswi SMA Tanjungbalai

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep memberikan pemaparan terkait penetapan kelima tersangka yang ditetapkan pihak Polres Tanjungbalai atas kematian DNA.
foto : riki/metroasahan/jpg

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep memberikan pemaparan terkait penetapan kelima tersangka yang ditetapkan pihak Polres Tanjungbalai atas kematian DNA. foto : riki/metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Pengungkapan kasus tewasnya siswi SMA Negeri 3 Tanjungbalai, DNA (16) berjalan dengan baik. Ini setelah Mapolres Tanjungbalai akhirnya tetapkan lima tersangka.

Ini berdasarkan hasil pengembangan kasus yang dilakukan polisi, ternyata DNA paksa memakan ekstasi sebanyak dua kali oleh para tersangka yang membuat korban over dosis (OD).

“Atas kematian siswi SMA tersebut kita menetapkan lima tersangka yakni Bun alias Alai, Den alias Gondrong, Jon alias Toni, Syahputra alias Putra, dan Hendri Arinto Simanjuntak,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK didampingi Kasat Narkoba MHD Yunus Tarigan saat press relase di Mapolres Tanjungbalai Jumat (12/8/2016).

Baca Juga : Inilah Tampang Para Pelaku Kasus Tewasnya Siswi SMAN Tanjungbalai

Ayep mencerita kronologi kematian siswi tersebut bermula pada Jumat (5/8/2016) lalu sekira pukul 14.30 WIB. Di mana Bun Lay bertemu dengan Joni alias Toni masuk ke KTV di sebuah tempat hiburan malam untuk karokean (Dugem).

Kemudian saksi IP dan korban datang ketempat tersebut. Setelah berada di dalam lokasi karokean, tersangka Bun Lay memberikan setengah butir pil ekstasi kepada korban.

“Jadi setelah mereka bertemu di ruangan tersebut tersangka Bun Lay memberikan setengah butir pil ekstasi kepada korban, namun karena kurang bereaksi korban mengatakan kepada saksi IP bahwa pil yang dimakanya tidak ada reaksinya. Setelah itu tersangka Bun Lay menyuruh tersangka Den pergi membeli 1 butir pil ekstasi dari tersangka Putra yang merupakan pelayan di tempat tersebut,” ujar Ayep.

Selanjutnya kata Ayep, tersangka Bun Lay memberikan pill ekstasi kepada saksi IP dan IP membelah dua pil tersebut menjadi dua bagian dan korban memakan setengah butir pil ekstasi tersebut.

“Setelah beberapa saat sekitar 21.30 WWIB korban mulai mengalami kejang-kejang sehingga IP membawa korban ke kamar 209 bersama tersangka Toni, Den dan tersangka Hendri.

Kemudian kedua tersangka Toni dan Den pergi meninggalkan saksi IP dan tersangka Hendri. Di dalam kamar tersebut tersangka Hendri melakukan pencabulan terhadap korban,” ungkap kapolres.



loading...

Feeds

PSMS Bawa 18 Pemain ke Surabaya

Dari daftar pemain yang dibawa dua nama Frets Listanto dan Muhammad Alwi Slamet belum tampak. Keduanya masih berjibaku dengan Pekan …