Tahu Taman Kehati Siantar? Lihat Kondisinya Kini…

Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati yang terletak di Jalan MH Sitorus kini terlantar, Taman Tersebut diresmikan pada tahun 2014 lalu dengan luas kurang lebih sepuluh hektare. | dhev/ms

Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati yang terletak di Jalan MH Sitorus kini terlantar, Taman Tersebut diresmikan pada tahun 2014 lalu dengan luas kurang lebih sepuluh hektare. | dhev/ms

POJOKSUMUT.com, SIANTAR – Pasca diresmikan pada Tahun 2014 lalu, Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Siantar kini nyaris tanpa perawatan. Akibatnya, kondisi taman banyak ditumbuhi semak belukar.

Pantauan METRO SIANTAR, Kamis (11/8), Taman Kehati yang berlokasi di Jalan MH Sitorus persisnya di sekitaran Sungai Bah Bolon, Siantar Selatan, terlihat sangat tidak terurus.

Jogging Track yang dibangun pada Tahun 2015 dan menghabiskan anggaran sebesar Rp150 juta yang ada di sana juga terlihat sudah ditutupi semak belukar.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Siantar Jekson Gultom, mengakui buruknya keadaan Taman Kehati tersebut. “Itu karena bebasnya masyarakat keluar masuk taman itu. Taman itupun sering digunakan anak-anak muda untuk melakukan hal-hal negatif,” akunya.

Lebih lanjut Jekson menjelaskan bahwa dibangunnya Taman Kehati itu yakni sebagai tempat pembelajaran keanekaragaman tanaman. “Itu tujuan utamanya,” ucapnya.

Dalam perawatan taman itu, kata Jekson, pihaknya pun bekerja sama dengan BPDAS Kehutanan yang ada di Siantar dalam pengadaan berbagai bibit pohon ditanam di lokasi tersebut. Namun nyatanya, pohon yang ditanam tidak tumbuh.

“Kedepan kita akan merencanakan pembangunan pagar di pinggir taman itu supaya masyarakat tidak sembarangan masuk,” ujarnya.

Jekson menambahkan selain di tepi Sungai Bah Bolon tersebut, ada satu Taman Kehati lainnya yakni di seputaran Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. “Di Nommensen pun kita punya taman seperti itu. Total luas kedua Taman Kehati itu sekitar 4,5 ha,” paparnya.

“Sebenarnya keberadaan Taman Kehati ini adalah bagian dari pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Siantar. Karena luas RTH di Siantar sekitar 15,5 ha. Itu semua di bawah pengawasan kita,” imbuhnya.

Dalam rangka pemeliharaan seluruh RTH itu, Jekson menuturkan bahwa pihaknya mengucurkan anggaran Rp98,8 juta yang digunakan untuk pembelian bibit tanaman keras maupun tanaman buah.

“Bibit-bibit itu kita berikan kepada masyarakat untuk ditanami di pekarangan-pekarangan yang terbuka. Bibit kita berikan ada sirsak, ingul dan mahoni. Ada empat kecamatan itu, Siantar Martoba, Siantar Marihat, Siantar Selatan dan Siantar Marimbun,” terangnya.

Terkait hal tersebut, Frans Bungaran Sitanggang, salah satu anggota Komisi III DPRD Kota Siantar beranggapan bahwa upaya BLH dalam penanaman pohon di Siantar tidak akan berhasil.

“Buktinya, bibit tanaman yang ditanam di Taman Kehati itu tak pernah muncul. Yang kelihatan hanya polibag yang sudah hancur,” katanya.

Selain itu, Bungaran juga mengkritisi kinerja berbagai SKPD yang selalu memiliki program penanaman pohon di Kota Siantar.

“Penanaman pohon itukan ada anggarannya tapi sepertinya mereka tidak pernah melakukan itu. Karena jika benar mereka menanam pohon, Siantar ini sudah jadi hutan,” pungkasnya.

(fes/osi/jpg/ms/sdf)



loading...

Feeds