Tersangka Kredit Fiktif Bank Mandiri Aceh Tamiang Rp13,9 Miliar Ditangkap di Siantar

Alfi Laila
foto : cektkp

Alfi Laila foto : cektkp

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Alfi Laila (50), mantan bendahara gaji Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya di tangkap di Kota Pematangsiantar.

Alfi dijadikan DPO oleh Kejari Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, karena tersangkut kredit fiktif di dua Bank Mandiri senilai Rp 10,7 M dan Bank Aceh sebesar Rp3,2 M, dengan total Rp13,9 M.

Alfi ditangkap di salah satu kos-kosan Jalan Silimakuta Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Siantar tanpa ada perlawanan. Penangkapan warga Dusun Bahagia, Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siantar, M Masril, Kamis (11/08) sore.

Seperti dilansir Metro Siantar.com (grup pojoksumut.com) hari ini (14/8/2016), dari nformasi yang berhasil dihimpun, bahwa tersangka Alfi Laila ditetapkan sebagai DPO sudah hampir setahun oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan diteruskan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Kemudian dilanjutkan ke Kejari Kuala Simpang Aceh Tamiang.

Ia dituding merupakan otak dari pembobolan dua bank tersebut, dengan cara pemalsuan data dan SK Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tersangka pembobolan ini melibatkan 5 oknum PNS yakni Alfi Laila bersama 4 temannya JH, AS, SY dan WD. Di Bank Mandiri Kuala Simpang, mereka mengajukan kredit untuk 72 orang. Sedangkan PNS palsu yang mengajukan kredit ke Bank Aceh sebanyak 20 orang.

Ketika berada di sel tahanan Kejari Pematangsiantar, tersangka Alfi Laila saat dikonfirmasi wartawan tidak mau berkomentar banyak, malah ia menyuruh wartawan agar menanyakan ke Jaksa atas kasus yang menimpa dirinya.

“Saya baru dua bulan kos di Jalan Silimakuta Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Terkait kasus yang menjerat saya, tanyakan aja sendiri sama orang Kejaksaan itu,” ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kain kerudungnya untuk melindungi wajahnya agar tidak terjepret kamera wartawan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Amir Syarifuddin didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Muhamad Husaini dan Jaksa lainnya mengatakan terima kasih atas kerjasama semua pihak sehingga Alfi bisa ditangkap.

“Kami juga berterima kasih kepada Kejari Pematangsiantar yang telah bekerja sama menangkap buronan Kejari Aceh Tamiang yang kami cari-cari selama ini. DPO ini merupakan tersangka yang tersandung masalah korupsi dana kredit fiktif,”ujar Amir.

Amir menuturkan, bahwa tersangka  sudah dijadikan DPO sejak tahun 2015. Dan saat ini Kejari Aceh Tamiang masih memeriksa dan melakukan pengembangan apakah ada tersangka atau pelaku lainnya. “

Adapun nasabah  yang jadi PNS palsu tersebut sebanyak 70 orang dengan kredit di bank bervariasi diantara Rp150-200 juta. Hasil interogasi dengan pelaku, diketahui kalau tersangka selama ini hanya berada di sekitaran kota Medan. “Selama ini dia ngaku di sekitar Medan ini saja. Baru dua bulan katanya dia di Siantar,” jelasnya. (TH/esa/jpg/nin)



loading...

Feeds