Buru Pengedar Narkoba yang Sembunyi di Asbes, Polisi Diancam Dibacok

Para tersangka yang diamankan.
foto : metrosiantar

Para tersangka yang diamankan. foto : metrosiantar

POJOKSUMUT.com, SIMALUNGUN-Kepolisian harus bekerja keras memberantas peredaran narkoba di Kelurahan Tomuan, Siantar Timur. Pasalnya, selain diteriaki maling, personel Sat Narkoba juga diancam akan dihabisi menggunakan parang dan cangkul.

Adalah Andes Tino (22) warga Jalan Pattimura Bawah yang sebelumnya memang sudah menjadi target polisi akhirnya ditangkap setelah personel Sat Narkoba Polres Simalungun melakukan penggerebekan dengan upaya paksa di rumahnya.

Sebelumnya saat hendak menangkap pria yang disebut-sebut pengedar sabu-sabu ini, polisi mendapat perlawanan. Abang tersangka bernama Hendri Agusnan (30) yang saat itu berada di rumah, enggan diajak bekerjasama. Ia tidak memperbolehkan polisi masuk ke rumahnya.

Ia kemudian menghadang beberapa personel Sat Narkoba yang datang dan mengancamnya menggunakan parang serta cangkul kecil.

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP JP Matondang, Minggu (14/8/2016) mengatakan, penangkapan akhirnya berhasil dilakukan setelah pihaknya meminta bantuan kepling, lurah dan personel Polres Pematangsiantar.

Dijelaskan Matondang, penangkapan terhadap Andes Tino berlangsung pada Jumat (12/8/2016) sekira pukul 03.00 WIB. “Jadi Andes Tino ini pengembangan dari penangkapan dua pengedar lain, yakni Koko dan Fadlan,” katanya.

Diceritakannya, pada Kamis (11/8/2016) sekira pukul 23.30 WIB, pihaknya mendapat informasi yang menyebutkan akan ada transaksi sabu-sabu di kawasan Simpang Manan, Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun.

Tak lama kemudian, polisi bergegas ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Di sana polisi melihat Ilal Koko Dermawan alias Koko dan Fadlan Alamsyah Simamora.

Selanjutnya keduanya langsung diamankan. Saat digeledah, dari para tersangka didapati sabu-sabu seberat 0,93 gram. Kasusnya pun terus diusut. Polisi kemudian membawa keduanya ke rumah masing-masing. Lalu, dari rumah mereka, ditemukan lagi barang bukti sabu-sabu seberat 0,84 gram dan 0,59 gram.

“Informasi yang kita dapat, di lokasi itu sering menjadi area transaksi sabu-sabu. Dan, masyarakat mengaku sangat meresahkan tindakan para pelaku ini,” ungkap Kasat Narkoba.

Setelah mendapati barang bukti itu, polisi membawa keduanya ke ruang Sat Narkoba untuk diinterogasi. Selanjutnya, kasusnya pun dikembangkan. Saat itu keduanya mengaku mendapat sabu-sabu dari Andes.

“Setelah Koko dan Fadlan ditangkap, mereka mengaku mendapat barang itu dari Andes. Makanya langsung kita lakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap Andes,” jelasnya.

Namun upaya penangkapan Andes ini tak berlangsung mulus. Hendri Agusnan yang tahu kediamannya akan digerebek, melawan. “Masuklah kau, biar kuhabisi,” ujar Matondang menirukan perkataan Hendri.

Awalnya, kata Matondang, mereka mengetuk pintu rumah mereka secara baik-baik. Namun Hendri langsung menghadang anggotanya di balik pintu rumah, sambil memegang benda tajam berupa parang dan cangkul kecil bergagang besi. Tak hanya itu, Hendri juga meneriaki polisi ‘maling’. Lalu, warga yang mendengar teriakan itu, mulai keluar dari rumah.

Melihat kondisi itu, personel Sat Narkoba kemudian menemui Lurah Tomuan, Kepling dan Personel Polres Pematangsiantar guna melakukan penggerebekan secara bersama-sama. “Setelah semua berada di lokasi, kami langsung menggerebek secara paksa. Penggerebekan juga disaksikan warga sekitar. Hendri Agusnan yang sempat melawan, berhasil diamankan,” ujarnya.

Setelah menggeledah beberapa ruangan di sana, polisi tak menemukan Andes Tino. Namun polisi tak langsung percaya. Seisi rumah kemudian diperiksa ulang. Tidak lama kemudian, Andes diketahui bersembunyi di atas asbes rumah.

“Setelah kita tahu dia bersembunyi di asbes, langsung kita tangkap,” jelasnya.



loading...

Feeds