Ijinkan Anak di Bawah Umur Masuk, Lokasi Hiburan Malam Wajib Ditutup

ilustrasi suasana diskotek
pixabay

ilustrasi suasana diskotek pixabay

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Kasus tewasnya DNA, siswi SMA Negeri di Tanjungbalai di sebuah hiburan malam usai merayakan ulang tahun temannya, mulai berimbas banyak hal di daerah dengan sebutan Kota Kerang ini.

Satu diantaranya, desakan agar pengelola hiburan malam harus ditindak tegas, jika memasukkan pelanggan atau konsumen di bawah umur.

Hal itu disampaikan Asfi Kelana, Ketua Dewan Penasehat Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (PKA-PPD) Kota Tanjungbalai kepada koran ini, Minggu (14/8/2016).

“Larangan kepada setiap lokasi hiburan malam untuk tidak mengijinkan anak-anak di bawah umur masuk ke lokasinya itu adalah peraturan yang sudah berlangsung sejak lama, bahkan pada saat pengelola usaha tersebut mengurus ijin usahanya. Oleh karena itu, lokasi hiburan malam, tempat di mana baru-baru ini seorang pelajar SMA telah meregang nyawa yang diduga akibat over dosis setelah dicekokin narkoba serta mengalami pemerkosaan itu, harus ditutup,” ujar Asfi Kelana.

Baca Juga : Polisi Tetapkan Lima Tersangka Tewasnya Siswi SMA Tanjungbalai

Menurutnya, selain menutup lokasi hiburan malam yang telah menewaskan seorang pelajar SMA itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai juga harus menertibkan dan mengenakan sanksi terhadap setiap lokasi hiburan malam yang menerima dan mempekerjakan anak-anak di bawah umur.

Soalnya, lanjut Asfi anak-anak di bawah umur yang berada di lokasi hiburan malam itu sangat rentan menjadi korban pelecehan seksual serta berpotensi untuk melakukan kenakalan remaja.

Hal senada juga diungkapkan Taufik Hidayat, salah seorang aktivis dan pemerhati lingkungan di Kota Tanjungbalai. Katanya, selain rentan mengalami pelecehan seksual, anak di bawah umur yang bebas keluar masuk lokasi hiburan malam juga dapat memicu meningkatnya angka putus sekolah.

“Saya memiliki tetangga yang saat ini, anaknya terpaksa harus putus sekolah lantaran sering kelaur masuk lokasi hiburan malam. Kepada orang tuanya, anak tersebut mengaku bekerja sebagai pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan yang ada di Kota Tanjungbalai,” kata Taufik Hidayat.

Kedua tokoh ini juga sepakat untuk mendesak Pemko Tanjungbalai agar segera meninjau kembali ijin operasi dari seluruh lokasi hiburan malam yang ada di Kota Tanjungbalai. Alasannya, karena hal itu erat kaitannya dengan peranan pemerintah dalam memberikan perlindungan yang layak terhadap anak. (ck-5/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds