Lulusan Chandra Kusuma Kini Bisa Langsung Kuliah ke Luar Negeri

Ketua Yayasan Sekolah Chandra Kusuma, Malahayati Holland (tengah) menandatangi MoU dengan beberapa universitas luar negeri, di sekolah tersebut, Senin (15/8). | fir/pojoksumut

Ketua Yayasan Sekolah Chandra Kusuma, Malahayati Holland (tengah) menandatangi MoU dengan beberapa universitas luar negeri, di sekolah tersebut, Senin (15/8). | fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN – Siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri kini tidak perlu lagi menjalani program foundation.

Sebab, Sekolah Chandra Kusuma kini telah bekerjasama dengan beberapa universitas negara berbeda dalam pelaksanaan program foundation ini.

Yaitu, universitas di Beijing, China, Help University College (Malaysia), St Francis Methodist School (Singapore) dan Bellerby College (United Kingdom).

Kepala Sekolah Chandra Kusuma, Miss Rita mengungkapkan, selama ini siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikuti program foundation selama kurang lebih setahun. Program tersebut merupakan penyesuaian diri dengan budaya di luar negeri.

Akan tetapi, lanjutnya, dengan kerjasama yang sudah terjalin kepada beberapa negara ini, maka foundation bisa dilakukan di sekolah yang berada di Kompleks Cemara Asri ini.

“Foundation yang ditawarkan nanti, dipastikan biayanya lebih murah sekitar 50% dari pelaksanaan di luar negeri. Dan siswa yang lulus foundation dari sekolah kita, bisa langsung mengikuti perkuliahan sesuai gradenya.”

“Tak hanya semester pertama, namun juga bisa langsung ke semester selanjutnya. Karena menggunakan sistem kredit,” ujarnya usai penandatangan kerjasama dengan beberapa universitas luar negeri tersebut, Senin (15/8/2016).

Menurut Rita, program foundation yang rencananya akan mulai berjalan Januari 2017 ini, tidak tertutup hanya untuk siswa sekolahnya. Namun, terbuka untuk umum. Kepada siswa sekolah lainnya, bisa mengikuti program setelah selesai sekolah.

“Lantaran program ini bisa diikuti siswa pada tahun terakhir sekolah menengah, sehingga diharapkan ketika tamat sekolah bisa langsung mengikuti perkuliahan di luar negeri,” tuturnya.

Kata Rita, bentuk kerjasama foundation yang dilakukan dengan negara-negara yang berbeda, lantaran universitas yang dituju oleh siswa bukan hanya disatu negara.

Sehingga, ada pilihan bagi siswa. Diharapkan, lanjutnya, melalui kerjasama ini siswa-siswa yang memiliki ijazah nasional, tetap bisa bersaing dikancah internasional di semua jurusan untuk universitas manapun.

“Siswa kita selama ini sekitar 50 persen melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Untuk itu, ini diharapkan dapat memotivasi siswa dari sekolah lainnya,” papar Rita.

Sementara, Ketua Yayasan Sekolah Chandra Kusuma, Malahayati Holland menuturkan, berbagai program yang dibuat sekolahnya lantaran melihat keinginan siswa yang sangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Tapi, jelasnya, siswa kesulitan dalam memilih universitas serta tidak adanya kepastian dalam memilih negara baru untuk belajar.

“Kami memungkinkan siswa untuk mendapatkan bimbingan, mulai dari pendidikan internasional, serta membina hubungan dengan perguruan tinggi,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, Sekolah Chandra Kusuma juga memberikan siswa jalur yang jelas untuk memperbaiki diri serta memperoleh standar internasional pendidikan. Kemudian juga, membantu menghapus risiko ketidakpastian dalam belajar ke luar negeri.

“Karena kami sudah berbicara dengan banyak lembaga, melihat track record mereka serta visi mereka, sehingga memastikan siswa kami bisa dipercayakan kepada mereka,” terangnya.

Dia menambahkan, kerjasama yang dilakukan merupakan tonggak penting dalam sejarah sekolahnya. Diharapkan dapat mendorong siswa-siswa agar dapat mengembangkan sayap untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya.

(fir/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds