Niat ke Malaysia, Begitu Naik ke Kapal, Tiga Perempuan Asal NTT Ini Dipaksa Turun

Tiga orang diduga warga NTT dikawal oknum petugas menuju mobil. 
foto : ishak lubis/metroasahan/jpg

Tiga orang diduga warga NTT dikawal oknum petugas menuju mobil. foto : ishak lubis/metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Niat tiga perempuan yang diduga warga Nusa Tenggara Timur (NTT) berangkat ke Malaysia via Pelabuhan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai harus pupus. Ini setelah ketiganya yang sempat naik ke kapal harus turun seketika.

Kekecewaan pun terpancar dari wajah ketiga perempuan tersebut. Belum tahu alasan pastinya kenapa itu terjadi. Informasi yang dihimpun seperti dilansir Metro Asahan (grup pojoksumut.com) hari ini (15/8/2016), awalnya ketiganya memasuki halaman terminal penumpang Pelabuhan Teluk Nibung setelah membeli pas masuk.

Kemudian mereka menunjukan Pasport masing-masing kepada petugas pintu. Ketiganya pun masuk dan menuju kapal Ferry Atlantik Jet Star yang berada di pinggiran panton tempat naik penumpang tujuan Malaysia.

Setiba di dalam kapal, muncul dua pria bertubuh kekar. Satu diantaranya menggunakan celana ponggol, sedangkan seorang lagi berambut panjang alias gondrong mengenakan baju merah. Mendapat perintah dari dua orang berpakaian preman, petugas Imigrasi memerintahkan tiga penumpang yang masih muda diduga warga NTT turun dari kapal Ferry dan masuk keruangan Kantor Imigrasi Terminal Penumpang Ferry Teluk Nibung Tanjungbalai.

Tidak diketahui secara pasti apa yang dibicarakan antara penumpang dengan oknum berpakaian preman tersebut, apalagi kondisi pintu kantor tertutup. Tiba-tiba muncul salah seorang oknum berpakaian preman berambut gondrong. Ketika ditanya sejumlah wartawan, apa gerangan yang terjadi terhadap ketiga perempuan tadi.

Namun, oknum berambut gondro itu tidak ingin menjelaskannya. “Ini rahasia kami. Jika ingin konfirmasi, silakan hubungi atasan kami,” ujarnya.

Tak lama berselang, atasan yang dikatakan oknum itu keluar dengan menggenggam ponsel. Saat ditanya tentang tiga orang diduga warga NTT itu, wartawan kembali mendapat jawaban yang sama. “Nggak berani kami memberikan keterangan,” tandasnya meniggalkan sejumlah kuli tinta.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, Metro Asahaan mendatangi ruangan kantor Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P 4 TKI). Sawaluddin S melalui stapnya Sorymuda Batu Bara mengatakan, setiap penumpang kapal Ferry tujuan Tanjungbalai-Malaysia, selain memiliki Pasport, penumpang wajib memenuhi persaratan lainnya dari Badan Nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja(BNP 2 TKI).

Hanya kebanyakan para penumpang beralasan tujuanya ke Malaysia mengunjungi saudara atau melancong. “Tak mungkin kita ikuti mereka ke Malaysia sesuai pengakuanya. Ya kita perbolehkan saja berangkat,” timpalnya.

“Seperti tiga penumpang diduga warga NTT bernama Anik Mariani menggunakan nomor pasport 4310091 dan Mega Bureni menggunakan nomor Paspor 4310014 serta Fridolina menggunakan nomor paspor 4310092. Paspor tersebut berasal dari Siak. Dan penumpang itu juga wajib memiliki Kartu Tanda Kerja Luar Negeri (KTLN). Tadi saat dilakukan pemeriksaan di ruangan bagian Posdal, paspornya resmi dan tidak ada gangguan,” sebut Sorimuda.



loading...

Feeds

PSMS Bawa 18 Pemain ke Surabaya

Dari daftar pemain yang dibawa dua nama Frets Listanto dan Muhammad Alwi Slamet belum tampak. Keduanya masih berjibaku dengan Pekan …