Gadis yang Ditemukan di Parit Itu Siswi Pesantren, Keluarga Yakin Korban Kekerasan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, BATUBARA-Tewasnya KL (16) di parit kebun sawit milik keluarganya masih terus diselediki. Terutama masalah motif, mengingat ada luka memar dan gores di tubuh korban.

Ayah korban Supomo, juga menduga kuat jika putrinya itu adalah korban kekerasan. Apalagi, kata Supomo, saat pertama kali ditemukan, kondisi mulut putrinya bengkak dan mengeluarkan darah, hidung juga mengeluarkan darah. Lalu, mata sebelah kiri juga bengkak. Ada memar dan luka gores di leher.

Kemudian, sekitar delapan meter dari lokasi penemuan jenazah korban juga ditemukan sendal swallow warna putih. Sendal itu sudah putus. Supomo sendiri mengaku tidak tahu itu sendal milik siapa. Namun yang jelas bukan milik putrinya.

“Kalau sendal putri saya itu paling ada 2 meter dari posisi tubuhnya korban. Sendal karet warna abu-abu itu yang dipake putriku,” sebut Supomo. Oleh sebab itu, ia berharap polisi segera mengungkap penyebab kematian putri keduanya dari tiga bersaudara.

Baca Juga : Geger! Mayat Gadis 16 Tahun dalam Parit, Ada Luka dan Restleting Terbuka

Menurut Supomo, menjelaskan putrinya semasa hidup dikenal sangat baik. Tidak pernah melawan meski dimarahi.

Sebenarnya kata Supomo, KL tidak terbiasa mengembalakan kambing. Namun, pada Minggu (14/8/2016) itu, saudaranya yang biasa mengembalakan kambing pergi menjahitkan baju, makanya KL yang menggantikannya. “Ada sekitar 15 ekor kambing milik saya dan keluarga yang dia gembalakan siang itu,” ujarnya.

Lokasi KL mengembalakan kambing juga tidak jauh. Paling jauh pun di areal persawahan, berjarak setengah kilometer dari rumah mereka di Dusun III, Desa Suka Ramai, Kecamatan Sei Balai, Batubara.

Supomo menyebutkan, KL merupakan putri kedua dari tiga bersaudara dan saat ini di bangku Kelas I SMA di Pondok Pesantren Al Azhar.

“Lokasi sekolahnya juga tak jauh dari rumah,” sebut Supomo. Ditanya apakah ada firasat tentang kematian Kori Larasati, Supomo mengaku sama sekali tidak ada. Namun, Supomo menyebutkan jika anaknya itu memang sedikit tertutup. Tapi tidak pernah ada masalah.

“Ya kalau dimarahi, dia gak sakit hati cuma senyum-senyum aja. Kalau anaknya rajin membantu orang tua dan mau ke sawah. Memang dia gak terlalu berprestasi di sekolah. Dan saya rasa dia bukan korban pemerkosaan berdasarkan hasil visumnya,” ujarnya.

Almarhumah sudah dikebumikan di TPU desa setempat Senin (15/8/2016) sekira pukul 12.00 WIB. “Kami berharap kasus ini segera diungkap,” ujarnya. (wan/dro/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds

PSMS Bawa 18 Pemain ke Surabaya

Dari daftar pemain yang dibawa dua nama Frets Listanto dan Muhammad Alwi Slamet belum tampak. Keduanya masih berjibaku dengan Pekan …