Patahkan Rekor 19 Tahun, Jerome Boateng Terpilih Sebagai Pemain Terbaik Jerman

Jerome Boateng
foto : foxsports

Jerome Boateng foto : foxsports

POJOKSUMUT.com, JERMAN-Sejak Juergen Kohler mendapatkan penghargaan pemain terbaik Jerman pada 1997, belum ada lagi pemain belakang yang meraih supremasi individu tertinggi tersebut. Kini 19 tahun berselang bek Bayern Muenchen Jerome Boateng menatahkan namanya untuk sejajar dengan Kohler.

Seperti diberitakan ESPN kemarin (15/8/2016) dalam proses pemilihan yang dilakukan oleh para jurnalis olah raga Jerman itu Boateng mengumpulkan 163 suara. Menyusul di belakangnya rekan setimnya Thomas Mueller (95 suara) dan Robert Lewandowski (90 suara).

Nah, raihan individu pemain berdarah Ghana-Jerman itu meninggalkan beberapa pertanyaan. Boateng yang absen 19 laga atau kurang lebih tiga bulan karena cedera sobek otot tendon bisa meraih gelar tersebut.

Akan tetapi ketika fit penampilan pemain 27 tahun itu memang sensasional. Di Euro 2016 Prancis lalu, Boateng menjadi pilihan utama der trainer Jerman Joachim Loew. Gerakan akrobatik Boateng menyelamatkan gawang Jerman ketika di fase grup melawan Ukraina 12 Juni salah satu yang paling monumental.

Saat sepakan gelandang Ukraina Yevhen Konoplyanka meluncur deras ke gawang Manuel Neuer di menit ke-37, dengan gerakan kaki seperti memedal sepeda Boateng memblok bola itu. “Yess. Tiga poin pertama Jerman. Siap untuk laga berikutnya,” tulis Boateng dalam akun Twitter-nya. Selain melakukan penyelamatan gemilang, Boateng juga membuat gol ketika Jerman berhadapan dengan Slovakia di babak 16 besar 26 Juni lalu.

Kepada Kicker Boateng mengatakan penghargaan ini adalah sesuatu yang luar biasa. Mengingat musim lalu di kancah domestik, Boateng banyak berkutat dengan penyembuhan cedera.

“Ini sukar dipercayai, termasuk hasil polling yang menunjukkan jarak yang jauh antara saya dengan posisi kedua. Saya sangat tersanjung meraih penghargaan seperti ini,” ucap Boateng.

Terpilihnya Boateng ini sekaligus menjadi tamparan buat politisi sayap kanan Jerman yang mengkritik soal multiras di tubuh Die Mannschaft, julukan Jerman. Partai sayap kanan Jerman menyebut kegagalan Jerman di Euro 2016 disebabkan banyaknya pemain yang bukan warga Jerman asli. (dra/jpg)



loading...

Feeds