Anjelika Manurung Hilang Terbawa Arus di Perairan Danau Toba

Kawan-kawan korban menangis mendapati kenyataan Anjelika Manurung hilang di Danau Toba.
Foto : Freddy/New Tapanuli/jpg

Kawan-kawan korban menangis mendapati kenyataan Anjelika Manurung hilang di Danau Toba. Foto : Freddy/New Tapanuli/jpg

POJOKSUMUT.com, SAMOSIR-Insiden tenggelamnya pelajar di Danau Toba kembali terjadi. Adalah Anjelika br Manurung (14) yang dinyatakan hilang di perairan Danau Toba, tepatnya di Pantai Pasir Putih, Desa Parparean 2, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Rabu (30/11/2016).

Pelajar SMP Negeri 2 Lumban Julu, warga Desa Sihiong, Kecamatan Bonatua Lunasi, Tobasa itu pertama kali dinyatakan hilang oleh lima teman-temannya yang datang bersamaan ke lokasi pantai.

Informasi dihimpun dari teman-teman Anjelika, mereka tiba di pantai sekira pukul 12.30 WIB. Lalu korban bersama temannya bernama Putri dan Rama bermain sambil mandi-mandi di pantai.

Kemudian sekira pukul 13.30 WIB, Anjelika bersama kedua temannya berniat keluar dari pantai. Entah mengapa, mereka bertiga terbawa arus. Saat semakin jauh terbawa arus, mereka berteriak minta tolong.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera datang membantu. Putri dan Rama berhasil diselamatkan, sedangkan Anjelika terhempas arus dan tiba-tiba menghilang.

“Sampai saat ini Anjelika belum berhasil ditemukan, namun pencarian masih terus dilakukan,” ujar Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian.

Kepala BPBD Tobasa Espon Simanjuntak membenarkan kejadian itu. Diterangkan, pihaknya beserta anggota Polres Tobasa, Basarnas dan warga masih terus berusaha melakukan pencarian dengan menyisir pantai lokasi terakhir Anjelika.

“Tim masih terus berupaya melakukan pencarian. Namun hingga saat ini pukul 17.45 WIB), pencarian masih nihil,” tandasnya.

Kapos Basarnas Pembantu Danau Toba Torang M Hutahaean menerangkan, pihaknya telah menurunkan 2 personel penyelam dibantu beberapa tim lainnya. Dia mengatakan bahwa tim telah melakukan penyisiran 225 meter dari bibir pantai. Namun masih nihil.

“Informasi dari saksi, korban hilang di jarak 75 meter dari bibir pantai. Tahap awal, tadi kita telah lakukan penyisiran jarak 75 meter dari bibir pantai. Nihil. Lalu kita lakukan penyelaman jarak 150 meter dari lokasi terakhir korban, namun nilih juga,” terangnya.



loading...

Feeds