Mewujudkan Tao Silalahi Sebagai Tujuan Wisata Geopark Kaldera Toba

Silahisabungan Art Festival

Silahisabungan Art Festival

POJOKSUMUT.com, SILALAHI- Silahisabungan Arts Festival berlangsung selama tiga hari, Jum’at-Minggu/ 2-4 Desember 2016.

Kegiatan seni budaya berbasis kearifan local wilayah Tao Silalahi ini diselenggarakan tepat di pusat peradaban keturunan Raja Silahisabungan, yaitu di Simpang Tiga Simbur Silalahi 2 Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Ada 11 rangkaian kegiatan yang akan meramaikan event ini, yaitu: Festival Seni Tradisi, Cross Culture Music, Lomba Kreatifitas Seni Pelajar (karya tulis, baca puisi, mewarnai, vocal solo), Opera Batak Silahisabungan, Lokakarya dan Diskusi Publik, Tabur Bibit Ikan, Menanam Pohon dan Bunga, Geobike, Open Trip Dairi, Paket Wisata Air, dan Camping Ground.

Seyogianya Silahisabungan Arts Festival akan diselenggarakan setiap tahunnya. Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah mengenalkan keberadaan kecamatanSilahisabungan, kabupaten Dairi dengan keanekaragaman panorama alam.

Warisan budaya dan kekayaan sejarah yang layak di jadikan tujuan wisata Danau Toba di masa depan. Untuk mencapai tujuan itu rangkaian kegiatan ini akan dibuka dengan Lokakarya dan Diskusi Publik tentang Geopark Kaldera Toba.

Lokakarya dan Diskusi Publik “Geopark Kaldera Toba”dengan tema Danau Toba Milik Kita dilaksanakan pada Jum’at/2 Desember di SMA Negeri 1 Silahisabungan, pukul: 14.00-16.00 Wib, kemudian dilanjutkan dengan Penanaman Pohon dan Bunga di SMP Negeri 1 Paropo.

Lokakarya dan Diskusi Publik ini di isi oleh tiga narasumber: AliminGinting (Ketua BP GeoparkKaldera Toba),LeonardusSihotang (KadisPariwisataDairi), Kedua narasumber ini mengurai tentang Kebijakan Pemerintah Tentang Pariwisata,  berkaitan pula dengan Geopark Kaldera Toba.

Leonardus Sihotang mengungkapkan, “pemerintahan daerah kabupaten Dairi berkeinginan agar kecamatan Silahisabungan menjadi Taman Dunia dengan mengusung ide Geopark Kaldera Toba. Harapan dari pemerintah daerah agar kec.Silalahisabungan ini menjadi tempat Objek wisata favorit baik didalam negeri maupun di luar negeri”.

“Berbicara tentang Geopark Kaldero Toba tidak lagi bebicara tentang geoparknya akan tetapi berbicara tentang pengelolaanya.Diharapkan wilayah Silahisabungan dapat memikat para wisatawan.Dengan diadakannya Silahisabungan Art Festival mencapai tujuan agar Silalahisabungan dilihat Publik kembali”, ditambahkan Bapak Alimin Ginting.

Pada hari kedua, Sabtu/3 Desember 2016 rangkaian kegiatan Silahisabungan Arts Festival digelar Jelajah Alam oleh peserta Camping Ground, Festival Seni Tradisi, Cross Culture Music , Produk Lokal, Pementasan Opera Batak Silahisabungan, dan Memperingati Hari Gunung Sedunia.

Silahisabungan Arts Festival yang akan digelar setiap tahunnya ini, secara resmi dibuka Pemkab Dairi (diwakili olehAsisten 1 BupatiDairi): Bapak Ramlan Sitohang didampingi Raja-Raja Turpuk (ketua-ketua adat yang berasal dari silsilah Raja Silahisabungan).

Ketua BP Geopark Kaldera Toba; Bapak Alimin Ginting dan Direktur Silahisabungan Arts festival: Bapak Passiona Sihombing.

“Dengan pertunjukan seni budaya berbasis kearifan local Silahisabungan diharapkan dapat menjadikan wilayah Tao Silalahi sebagai daerah wisata berwawasan Geopark Kaldera Toba.” Dijelaskan Passiona Sihombing dan diperkuat kembali oleh Alimin Ginting, Ramlan Sitohang dan Raja-Raja Turpuk dalam kata-kata sambutannya

SMA Negeri 1 Silahisabungan membuat ratusan penonton yang memenuhi area panggung utama Silahisabungan terhenyak dengan sajian Opera Batak Silahisabungan yang mereka tampilkan.

Penonton diajak berwisata sejarahdengan menampilkan kisah Raja Silahisabungan.Bukanhanya pertunjukan Opera Batak, malam itu tanahSilalahi juga dimeriahkan dengan penampilan Tataring Akustik dari Samosir.

Next Generation Brass dari Medan dan Poda Band dari Medan. “Masyarakat dan pengunjung sangat antusias menyaksikan Pertunjukan Seni Tradisi hingga tengah malam , Ungkap Ojax Manalu,” sebagai Manager Program di Silahisabungan Arts Festival dan Direktur Rumah Karya Indonesia.

Kegiatan ini dapat terselenggara atas dukungan Dinas Pariwisata Pemkab Dairi, Rumah Karya Indonesia, Jendela Toba, Yayasan Pecinta Danau Toba Perwakilan Dairi, Oxygen Community, BP Sipartogi, PDPK Parongil, Wajah Masyarakat Dairi, BP Geopark Kaldera Toba, Zurich, Naposo Bulung Paropo, Gema Kasih 1281 dan SMA Negeri 1 Silahisabungan.

(rel/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds