Lagi! Berenang di Danau Toba, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam

Suasana duka di Frans Girsang, bocah yang tenggelam di Danau Toba.
foto : metrosiantar/jpg

Suasana duka di Frans Girsang, bocah yang tenggelam di Danau Toba. foto : metrosiantar/jpg

POJOKSUMUT.com, SAMOSIR-Liburan wisata ke Danau Toba berakhir tragis bagi Frans Girsang. Bocah berusia 9 tahun ini tewas setelah tenggelam, Minggu (18/12/2016).

Frans datang ke Danau Toba usai menghadiri kunjungan dalam rangka kebaktian lapangan pada perayaan Natal Sektor Vl GKPS Kongsi Laita, Sondi Raya, Kabupaten Simalungun.

Salah seorang jemaat, M Purba mengatakan bahwa peristiwa maut itu terjadi setelah selesai kebaktian Natal dan makan siang selesai.

Sebelum kejadian, penjaga pantai sudah memberikan pengumuman agar berhati-hati dan tidak melewati batas yang sudah ditentukan. Selesai makan, acara bebas pun berlanjut.

Buah hati pasangan suami istri Yoga Girsang dan Dewi Sinaga ini pun berenang menggunakan satu ban bersama tiga orang temannya.

Akibat tingginya gelombang, mereka yang berada di atas ban pun terhempas. Sesaat kemudian, penjaga pantai langsung berusaha menyelamatkan korban yang sudah tenggelam.

Namun, hanya dua orang yang berhasil ditolong. Nahas bagi Frans, ombak yang besar pun semakin menenggelamkan dirinya. Berkali-kali dilakukan pencarian, berselang lima menit penyelam akhirnya menemukan Frans.

Korban harus ditarik menggunakan tali dari dasar danau. Frans sempat dilarikan ke Puskesmas Parapat, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Acara kebaktian yang awalnya khikmad langsung berubah menjadi duka. Seluruh jemaat sektor Vl panik atas peristiwa tersebut. Para jemaat sektor Vl pun akhirnya pulang beriringan dengan ambulance pembawa jenajah.

Sesampainya di rumah duka, isak tangis menyambut kedatangan rombongan. Ratusan warga Sondi Raya langsung memadati rumah duka di komplek Sigundaba, Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan raya, Kabupaten Simalungun. Orang tua korban tampak sangat terpukul atas kepergian anak mereka.

“Kenapa harus seperti ini anakku. Ini tulang, Nak. Lihat tulang mu ini, Nak. Ayok nyanyi dulu kita, Nak,” ucap ibu Frans.

Warga pun mencoba memberikan penghiburan kepada ibu korban. Kebaktian singkat kemudian dilaksanakan. Pdt Rakkuta Ginting yang memimpin ibadah mengungkapkan bahwa dirinya bersama jemaat merasakan kesedihan yang dalam atas kepergian salah seorang anak jemaat tersebut.

“Semua, hanya takdir yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Informasi dihimpun di rumah duka, jenazah Frans akan dikebumikan hari ini.

Ini bukan kasus pertama yang terjadi Danau Toba. Ada banyak kasus yang berakhir pada hilangnya nyawa. Bahkan, ada yang jasadnya sempat hilang beberapa hari. Dan, korban yang meninggal dunia kebanyakan anak-anak. (ss/ara/MS/jpg/nin)



loading...

Feeds