Tak Ikut Mandi, Gelano Fau Hilang dan Ditemukan Tewas Tenggelam di Danau Toba

 Haluan Gelano Fau ditemukan tewas di Danau Toba.
foto : metrosiantar/jpg

Haluan Gelano Fau ditemukan tewas di Danau Toba. foto : metrosiantar/jpg

POJOKSUMUT.com, SAMOSIR-Danau Toba kembali memakan korban. Seorang pemuda 21 tahun, Haluan Gelano Fau hilang dan akhirnya ditemukan tewas, Kamis (22/12/2016).

Kejadian ini menambah panjang daftar korban tewas di danau erbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini.

Pemuda ini ditemukan tak bernyawa di Pantai Kartolo, Kelurahan Tiga Raja, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kamis (22/12/2016).

Kapolsek Parapat AKP Hitler Sihombing kepada Metro Siantar (grup pojoksumut.com) mengatakan, awalnya korban yang beralamat di Jalan Matahari 5 No 90 Blok 6, Medan Helvetia, ini bersama seratusan orang rombongan dari Gereja GPDI Medan mengadakan retreat atau kegiatan pembinaan spiritual ke kawasan Danau Toba, Rabu (21/12) sore.

Di sana, para pemuda yang juga rekan-rekan korban kemudian mandi-mandi di kawasan Pantai Kartolo. “Jadi kawan-kawan korban ini mandi di Danau Toba. Malah, Huluan Gelano Fau tidak ikut mandi saat itu,” jelas Kapolsek.

Kemudian sekira pukul 18.00 WIB atau selesai mandi-mandi, ketua tim rombongan kembali mendata peserta retreat yang ikut. Nah, saat itu korban tak terlihat. Teman-teman korban langsung melakukan pencarian di sekitar danau, namun tetap tidak ditemukan.

Yang membuat rombongan curiga, adalah ketika rekan-rekannya menemukan sandal milik korban di pinggir Danau Toba. “Mereka menemukan sandal milik korban. Dari situ teman-temannya berpikir kalau Huluan tak mungkin pergi jauh tanpa sandal. Apalagi terakhir, ada teman korban yang sempat melihat Huluan duduk-duduk di pinggir pantai. Lalu pencarian difokuskan ke pantai,” ungkapnya.

Seiring dengan pencarian yang dilakukan, ketua rombongan juga melaporkan hal itu ke Polsek Parapat. “Makanya kita langsung terjun ke lokasi dan ikut melakukan pencarian. Tetapi saat itu, korban tak ditemukan.”

Lantas polisi langsung berkoordinasi dengan Basarnas di Ajibata. Tak lama kemudian, tim dari Basarnas datang dan melakukan penyelaman untuk mencari keberadaan korban. Tapi malam itu pencarian belum membuahkan hasil.

“Hingga pukul 12 malam, kita masih berada di lokasi bersama Basarnas dan rombongan. Kita juga melakukan analisa lokasi dan rekon bersama teman-temannya,” tambah Sihombing.

Berhubung karena sudah larut malam, waktu itu diputuskan untuk menunda pencarian hingga pagi hari. Lalu sekira pukul 06.30 WIB pada Kamis (22/12/2016) tim dari Basarnas kembali menyelam.

“Saat itulah korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Pencarian pagi hari itu tak memakan waktu lama. Langsung dapat,” jelas Hitler.

Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSU Parapat untuk keperluan visum. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di Medan.

“Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap jenazah. Kemungkinan korban duduk di bebatuan yang ada tak jauh dari tempat teman-temannya mandi. Namun karena licin, ia terpeleset dan tenggelam,” tukas Sihombing.

Apalagi berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban memiliki riwayat penyakit asam urat dan stroke ringan. (th/MS/jpg/nin)



loading...

Feeds