Angel Lelga Terus Berkicau, Masih tentang Fatwa MUI

Angel Lelga
Instagram

Angel Lelga Instagram

POJOKSUMUT.com, ARTIS Angel Lelga menjadi perbincangan hangat seharian ini.

Tak lain karena tulisannya di akun instagramnya bertubi-tubi tentang tudingan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait memilih pemimpin di luar Islam.

Ternyata, setelah membuat pro dan kontra netizen, Angel tak juga usai berkicau.

Hingga Jumat (17/2/2017) malam, dia terus mendulang kontroversi di akunnya.

Padahal satu postingannya sempat mereda saat meminta netizen menjaga perkataan di akunnya, seperti ini;

“Alhamdullillah atas komentar semuanya… 🙏tapi alangkah lbh baik sesama muslim mohon jaga perkataan jangan sampai kita sesama muslim malah tdk terkontrol (kasian) … tunjukin Islam itu Damai, berakhlak baik, pemaaf,… tdk ada gunanya mengotori jiwa dgn pembicaraan kalian …!!🙏 mau berapa banyak orang Islam yang kalian hina krn beda pendapat ?? Terjadinya putaran ke 2 juga krn pemilih sebagian muslim… yang sudah cerdas!!! … tdk termakan isue tapi lbh melihat kerja nyata yang selama ini di buktikan .. wlu blm sempurna krn semua perlu proses dan waktu… mambangun bangsa itu tdk segampang membuat isue…!!?? …. sekali lagi jgn saling mencaci sesama Muslim..!!! kita doakan semoga dengan Pak Ahok banyak dtg di PPP mendengar ceramah Ustad2 kita pak Ahok dpt hidayah …. saya sendiri mendengarkan janji pak Ahok dia mengatakan tdk akan berbicara kasar dan akan lbh mengkontrol diri atas peristiwa kemarin!! Maka kita pun yang muslim jgn berbalik kasar saling mencaci… (love you All) 🙏😘ini persoalan pemilihan yang sebentar akan berakhir..!😘 siapapun gubernur kita mari kita doakan dan dukung demi Bangsa Indonesia yang kita cintai…! … salam sayang dan damai buat semua saudaraku… mari kita cintai Allah , sabar, dan banyak zikir untuk kebaikan bangsa ini.

Sayangnya, postingan berikutnya kembali menimbulkan pro dan kontra seperti ini,

“Klaim dan argumentasi para pendukung Islam Politik (IP) yang menjajakan dan mengampanyekan gagasan dan “fatwa” agar ummat Islam tidak memilih “Pemimpin Non-Muslim”, tampaknya adalah sebuah manuver politik yang tidak didukung oleh fakta apalagi konsistensi sikap dari parpol yang selama ini memiliki basis massa ummat Islam di negeri ini. Bahkan, bisa jadi fenomen ini adalah semacam apa yg disebut dengan “politik pasca-kebenaran” (post-truth politics) dalam konteks Indonesia pasca-reformasi.

Baca Juga :Duh! Angel Lelga Sebut Fatwa MUI Pesanan dan Ulama Munafik soal Larangan Pemimpin Kafir

Kendati kelompok Islam Politik cukup berhasil menarik perhatian publik, khususnya ummat Islam, melalui berbagai aksi massa dan pemanfaatan media, khususnya medsos, untuk mendukung “fatwa” MUI terkait larangan ummat Islam memilih pemimpin non-Muslim, fakta di lapangan bicara lain. Jika informasi yang saya dapatkan dari twitter yg ditautkan di bawah ini benar, maka ternyata di beberapa daerah di Indonesia parpol-2 Islam mendukung paslon-2 yang non-Muslim, setidaknya salah satu diantara pasangan yg ada.

Bagi saya pribadi, fakta-2 tersebut tentu sangat menggembirakan dan saya syukuri, karena berarti politik identitas, yang berwujud primordialisme dan sektarianisme, khususnya yang menggunakan agama, tidak menular ke wilayah lain seperti yang terjadi di DKI dalam musim Pilkada tahun ini. Lebih jauh, fakta-2 tersebut juga menunjukkan betapa tidak konsistennya pihak-2 yang selama ini menggembar-gemborkan “fatwa” MUI tsb, padahal mereka menjadi bagian dari parpol-2 Islam tsb. Inilah salah satu ciri khas dari fenomen yg disebut secara populer dg “post-truth politics”!”
“Kelompok Islam Politik biasanya mengajukan argumen bhw gugatan thd Ahok dengan dugaan penistaan agama tidak ada kaitan dengan masalah politik, karena toh yang di daerah-2 lain pemimpin non Muslim bisa juga didukung. Argumen tsb sangat sulit diterima, karena “fatwa” MUI ttg larangan memilih pemimpin non Muslim bagi ummat Islam, sifatnya umum dan bahkan “mengikat” semua ummat Islam di negeri ini. Jika demikian, bukankah dukungan parpol Islam thd calon-2 non Muslim tsb merupakan pelanggaran terang-2an thd “fatwa” MUI tsb. Pertanyaan berikutnya, lantas buat apa para tokoh partai-2 Islam tsb ikut menyebarluaskan “fatwa” tsb melalui berbagai kegiatan ceramah, aksi demo, dll?”

Hingga saat ini, netizen pun masih ramai mengomentari postingannya tersebut. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

SAH! Besok Kita Lebaran

Menurutnya, hilal terlihat di pada sudut ketinggian 3,88 derajat dengan umur bulan 8 jam 15 menit dan 24 detik. Hal …