Meutya Hafid Bicara Penguatan Kelembagaan MPR RI Bersama Perempuan Helvetia

Meutya Hafid bersama warga Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.
foto : istimewa

Meutya Hafid bersama warga Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang. foto : istimewa

POJOKSUMUT.com, DELISERDANG-Rapat Dengar Pendapat Penguatan Kelembagaan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) bersama Anggota MPR RI Meutya Hafid dilaksanakan di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang pada Selasa (14/2/2017).

Adanya gagasan ini dikarenakan munculnya sebuah pemahaman kritis tentang UUD’45 yang saat ini tidak mengenal Lembaga Tertinggi Negara yang dahulunya dipegang oleh MPR, saat ini hanya dikenal Lembaga Tinggi Negara.

Adapun MPR saat ini yg terdiri dari Angglota DPR dan DPD kedudukan dan kewenangannya sama dengan Lembaga Tinggi Negara lainnya.

Meutya Hafid, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, meyakini MPR merupakan lembaga negara yang terus bekerja mewujudkan cita-cita kebangsaan.

MPR juga, lanjutnya diharapkan merespons permasalahan masyarakat. Karena itu, MPR melakukan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

MPR wajib mengelola secara konstitusional berbagai aspirasi masyarakat dan daerah sesuai dengan tugas kewenangannya.

Meutya menjelaskan langkah ini diperlukan untuk menyempurnakan sistem ketatanegaraan yang saat ini masih memiliki kekurangan, terutama terkait dengan kedudukan dan kewenangan MPR.

“Kelembagaan MPR berada pada lembaga ketiga selain DPR dan DPD,” ujarnya.

Untuk itu, Meutya Hafid merasa perlu melibatkan berbagai kalangan masyarakat untuk memberikan masukan dan ide terkait apa yang harus dilakukan dalam memperkuat kelembagaan di MPR RI, karena adalah sebagai lembaga perwakilan sekaligus lembaga demikrasi wadah bermuaranya aspirasi masyarakat.

MPR wajib mengelola secara konstitusional berbagai asprasi masyarakat dan daerah sesuai dengan kewenangannya.

“Karena itulah pentingnya sinergi antara MPR dengan berbagai elemen masyarakat. Dengan memiliki kelembagaan yang kuat, maka MPR RI bisa optimal menjalankan tugas-tugasnya. Kelembagaan MPR yang makin kuat diyakini dapat mengefektifkan peran parlemen, baik dari sisi DPR maupun DPD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat secara umum,” tutur Meutya, di hadapan 100 perempuan mayoritas ibu rumah tangga yang hadir.

Dalam acara tersebut, peserta yang hadir juga turut memberikan masukan terkait langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat kelembagaan MPR RI.

“Penguatan kelembagaan MPR bisa dilakukan melalui proses politik dimana UUD 45 dikembalikan dahulu ke UUD 1945 asli, sehingga kedudukan MPR menjadi lembaga tertinggi Negara,” ucap Rita Suryana yang merupakan Ketua PKK Desa Helvetia.

Sementara itu, Kepala Desa Helvetia yang turut mendampingi Meutya Hafid, juga menyambut baik kegiatan ini.

“Memperkuat kelembagaan DPD sebagai salah satu lembaga legislatif yang mewakili daerah saya rasa dapat membantu penguatan kelembagaan MPR RI,” tutur Agus Failin. (rel/pojoksumut)



loading...

Feeds

Sumut Pasok Beras untuk Pekanbaru

Disebutkannya, terjadinya lonjakan harga apabila terjadi peningkatan permintaan, sedangkan ketersedian tidak mencukupi. Hal itu disebabkan oleh putusnya akses jalan dari …