Akibat Aksi Kejinya, Mangasa Sibarani Dibuang dari Desa dan Keluarga

Tersangka saat diamankan Polres Humbahas.
foto : Bernard Gaol/newtapanuli/jpg

Tersangka saat diamankan Polres Humbahas. foto : Bernard Gaol/newtapanuli/jpg

POJOKSUMUT.com, HUMBAHAS-Warga Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, masih sangat marah dengan aksi keji Mangasa Sibarani (36), membunuh putranya sendiri, Aldi Sibarani.

Pelaku pun dipastikan tak hanya mendapatkan hukuman pidana tapi juga hukuman sosial yakni tidak dianggap lagi sebagai warga desa juga dihempas dari keluarga.

Bahkan, wargapun sempat ingin mendatangi Polres Humbahas untuk menemui pelaku dan melampiaskan kekesalan mereka, namun hal itu bisa diredam kepala desa.

“Sebenarnya, warga desa sangat marah besar begitu mengetahui si Mangasa yang membunuh anak itu. Bahkan, banyak warga yang ingin melampiaskan kemarahan mereka dengan mendatangi Polres Humbahas, tapi kita tahan,” ujar Kepala Desa Aek Lung Mangapul Simamora, Kamis (23/2/2017) seperti dilansir NewTapanuli (grup pojoksumut).

Warga telah bersepakat bakal mengeluarkan pelaku dari adat desa.

Baca Juga : Terungkap! Aldi Sibarani Tewas Dibunuh Ayah Kandungnya, Berkat Pengakuan Si Bungsu
Baca Juga : Sadisnya, untuk Pastikan Putra Tewas, M Sibarani Sulutkan Api Rokok

“Perbuatan itu sangat keji dan kejam. Tidak bisa diterima warga. Bahkan, keluarga dan orangtua pelaku berharap si Mangasa dihukum mati. Dan, seandainya pelaku dilepaskan, warga sudah tidak menerimanya lagi sebagai warga desa,” ucapnya.

Terpisah, Op Polo Sibarani (70), orangtua Mangasa Sibarani (pelaku) yang ditemui di Dusun Lumban Sibarani mengaku sangat terpukul dan menyayangkan perbuatan anaknya itu yang tega membunuh cucunya.

“Terus terang, sebagai orang tua pelaku dan kakek korban, saya tidak menyangka kejadian ini. Cucuku Aldi sudah pergi untuk selama-lamanya di tangan anakku. Saya malu. Ini adalah aib. Karenanya, saya sudah menganggapnya sudah tiada, sudah saya katakan bahwa anak saya tinggal tujuh orang lagi, tiga laki-laki dan empat perempuan. Saya tidak lagi menghitung Mangasa sebagai anak saya,” ujarnya.

“Bahkan saya sudah ikhlaskan, biarlah pelaku mati dipenjara saja. Sebab, kalaupun dia bebas, dia tidak kami benarkan lagi tinggal di desa ini. Jadi, biarlah dia mati di penjara saja,” ucapnya.



loading...

Feeds