Tragis! Pelajar Tewas Terserang Rabies, Bertingkah Seperti Anjing Gigit Tangan Bapaknya

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, TAPUT-Peristiwa mengerikan terjadi di Pagaran Pisang, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara (Taput). Seorang pelajat tewas terserang virus rabbies setelah digigit anjing.

Korban bernama Ramses Sitompul (13) yang diketahui sangat menderita saat virus itu sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Diapun bertingkah bak anjing gila.

Termasuk sempat menggigit ayahnya, Viktor Sitompul (53) lalu mengejar ibu dan abangnya.

Tak hanya keluarga itu, warga yang merupakan tempat tinggal korban, juga mendapatkan perawatan medis karena diduga turut tertular virus mematikan itu.

Kepala Desa Pagaran Pisang Robin Tua Sitompul saat dihubungi menceritakan bahwa kejadian memilukan ini terjadi pada Minggu (12/3/2017) sekira pukul 11.00 WIB.

“Dalam keadaan demam tinggi, anaknya menggigit tangan kanan bapaknya. Usai menggigit bapaknya, Ramses juga sempat berlari mengejar ibunya, Ratna Hutagalung dan kedua abangnya. Beruntung mereka bisa menyelamatkan diri,” kata Robin melalui telepon selularnya, Rabu (15/3/2017).

Masih kata Robin, usai menggigit ayahnya, Ramses pun meregang nyawa pada Senin (13/3/2017) subuh.

Dikatakan, sesuai cerita warga, sebelumnya, sekitar Oktober 2016, Ramses yang duduk di bangku kelas 1 SMP di desa itu, pernah digigit anjing rabies.

“Waktu itu kaki sebelah kanan Ramses digigit anjing milik warga sekitar,” ungkapnya tanpa menyebut si pemilik anjing dan bagaimana keberadaan anjing tersebut.

Dan, pada Sabtu (12/3/2017), Ramses terlihat berubah dari kebiasaannya. Warga melihat Ramses menyendiri duduk di atas batu di jalan desa seperti orang bingung.

Setelah itu, Ramses mulai demam tinggi pada malam harinya, bahkan menggigit bapanya dan akhirnya meregang nyawa dan dimakamkan esok harinya, pada Selasa (14/3/2017).

Setelah kejadian ini, Tumbur Sitompul, tetangga korban, memberitahukan bahwa dirinya juga pernah digigit anjing di desa mereka.

“Selain Ramses, ternyata masih ada korban digigit anjing, yakni Tumbur Sitompul,” ujar Robin sembari menerangkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, mereka kemudian dibawa ke RSU Tarutung untuk disuntik anti rabies.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …