Pejabat PBB Mundur, setelah Ditekan untuk Mencabut Laporan tentang Kejahatan Israel

Rima Khalaf
foto : Flickr

Rima Khalaf foto : Flickr

POJOKSUMUT.com, KEPUTUSAN tegas diambil Rima Khalaf, seorang pejabat PBB.

Ini setelah, dia mengakui bahwa PBB telah menekan dia untuk menarik sebuah laporan yang menuduh Israel melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina.

Laporan itu dipublikasikan oleh lembaga Economic and Social Commission for Western Asia (ESCWA), yang dipimpin oleh Sekjen Rima Khalaf tersendiri.

Dia mengatakan bahwa laporan itu yang pertama menyimpulkan bahwa Israel merupakan sebuah negara yang rasis.

Sekjen PBB Antonio Guterres telah menjaga jarak dengan laporan tersebut, dengan mengatakan hal itu merupakan pandangan penulisnya.

Tetapi, sejak Jumat, laporan itu tidak ada lagi situs milik ESCWA.

Berbicara di ibu kota Lebanon , Beirut, Khalaf seorang warga negara Yordania, mengatakan dia telah menyampaikan pengunduran dirinya ke Guterres setelah dia bersikukuh mengenai untuk tidak menarik laporan itu .

“Kami tentunya memperkirakan bahwa Israel dan sekutunya akan melakukan tekanan terhadap sekretaris jenderal PBB jadi dia akan menyangkal laporan itu, dan mereka akan meminta dia untuk menariknya,” kata Khalaf seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Israel telah mengecam laporan itu. “Upaya untuk mengotori dan secara keliru menyebut satu-satunya praktik demokrasi yang sesungguhnya di Timur Tengah dengan menbuat sebuah analogi palsu yang tercela dan merupakan kebohongan yang mencolok,” kata Duta Besar Israel di PBB Danny Danon dalam sebuah pernyataan.

Laporan itu menyebutkan telah dibuat berdasarkan “penyelidikan ilmiah dan bukti-bukti yang berlimpah, bahwa Israel bersalah melakukan kejahatan apartheid”.

Kesimpulan hasil penyelidikan itu dipublikasikan pada Rabu (15/3/2017) oleh ESCWA, yang mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial di 18 negara Arab, dan berbasis di Beirut.



loading...

Feeds