Hiburan Malam Dirazia, Didapati Wanita-wanita Muda Ini…

Para wanita malam yang terajring dalam razia Operasi Bina Kusuma, Sabtu (19/3). Foto: padangekspres/jpg

Para wanita malam yang terajring dalam razia Operasi Bina Kusuma, Sabtu (19/3). Foto: padangekspres/jpg

POJOKSUMUT.com, PADANG – Polresta Padang menggelar Operasi Bina Kusuma yang menyasar tempat hiburan malam di Padang, Sabtu (18/3) malam.

Alhasil, dari sembilan wanita yang terjaring, satu orang masih di bawah umur.

Operasi itu dimulai sekitar pukul 23.00. Petugas menyasar kafe-kafe di Jalan HOS Cokroaminoto. Di sana terlihat sepi, salah satu ruang karaoke juga sudah ditutup.

Lalu petugas segera memeriksa identitas pengunjung dan pemandu karaoke yang masih berada di lokasi tersebut.

Tapi tidak didapati yang di bawah umur dan petugas langsung menuju kafe di Jalan Batang Arau. Di sana juga terlihat sepi. Petugas tidak menemukan pengunjung dan pekerja karaoke yang di bawah umur.

Namun petugas berhasil mengamankan tiga wanita berbusana seksi dari sebuah hotel di Jalan Bundo Kanduang. Salah satu di antaranya belum genap 18 tahun.

Di Kafe dan Karaoke “D” di Pondok, petugas juga mengamankan tiga wanita dan tiga wanita lainnya dari Kafe “G” di Jalan HOS Cokroaminoto.

Selanjutnya para wanita malam tersebut langsung digelandang pihak kepolisian ke Polresta Padang

Saat melakukan pendataan di Aula Tuah Sakato Polresta Padang, wanita berinisial IPS yang belum genap 18 tahun menangis ketika petugas menanya identitasnya.

Sambil menutup wajah dengan kedua tangan serta rambutnya, dia memberikan KTP kepada petugas. Dia juga mengaku masih sekolah di SMA negeri di Padangpariman.

Kepala Bagian (Kabag) Operasional (Ops) Polresta Padang Komisaris Polisi (Kompol) Sumintak, mengatakan, kegiatan ini berlangsung dari 13 sampai 26 Maret. Sasaran operasi premanisme, anjal, termasuk permasalahan anak-anak di bawah umur.

”Untuk anak-anak di bawah umur sasaran kita ke tempat-tempat hiburan menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), karena masyarakat resah banyaknya anak-anak yang masuk ke tempat hiburan malam,” ujarnya.

Terkait anak di bawah umur pihaknya berkoordinasi dengan P2TP2A apakah anak tersebut datang sendiri di tempat hiburan malam atau ada yang mempekerjakannya.

(w/jpg/sdf)



loading...

Feeds