Marak Info Penculikan Anak Memakan Korban, Ibu Stres Ini Ditangkap Polisi

Perempuan yang dituduh sebagai penculik anak.
foto : metroasahan/jpg

Perempuan yang dituduh sebagai penculik anak. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Heboh kabar penculikan anak yang kian marak. Akibatnya, banyak orang yang dituduh sebagai pelaku.

Satu diantaranya, saat ribuan warga menyaksikan penangkapan Siti (30) wanita yang diduga sebagai pelaku penculikan anak, Minggu (19/3/2017) sekira pukul 20.30 WIB.

Menurut polisi, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengalami gangguan kejiwaan.

Informasi diperoleh, penangkapan berkulit putih, rambut lurus sebahu, dan memakai jaket kain berwarna silver itu dilakukan warga karena warga merasa curiga dengan gerak-gerik Siti. Setelah ditangkap warga, Siti diserahkan ke Polsek Tanjungbalai Utara.

Kejadian ini bermula saat Siti yang membawa tas berwarna hitam terlihat memberikan permen kepada anak-anak di daerah Kampung Baru, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara dituding melakukan percobaan penculikan.

“Kalau yang ku dengar tadi budak-budak (anak-anak) tu yang menjeritkan culek-culek (culik), keluarlah warga. Ditengok pas pulak gayanya macam yang diberitakan tu, ditangkap lah dio,” ujar seorang warga sekitar yang mengaku bernama Ijul dengan logat melayu yang kental ketika ditemui metro asahan (grup pojoksumut).

Sementara itu pantauan wartawan saat Siti diamankan ke rumah kepala lingkungan V warga semakin berdatangan. Selanjutnya kepala lingkungan pun memanggil polisi dan Siti pun dibawa ke Mapolsek Tanjungbalai Utara.

Kemudian setelah Siti dibawa ke Mapolsek, isupun berkembang baik secara muluk ke mulut dan media sosial bahwa seorang penculik anak ditangkap.

Hal itu kemudian membuat warga penasaran sehingga ribuan masyarakat memadati Polsek Tanjungbalai Utara. Karena banyaknya warga kemudian Siti pun dibawa ke Polres Tanjungbalai untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Tanjungbalai Utara AKP Nasri Ginting ketika diwawancarai mengatakan, dari pemeriksaan sementara pelaku tidak bisa dibuktikan sebagai penculik anak kerena tidak adanya korban.

Kemudian kecurigaan warga terkait adanya pisau suntik itu tidak benar.

“Sudah kita periksa tasnya, nggak ada pisau atau suntik seperti yang diisukan. Yang ada baju, perlengkapan mandi, kemudian roti. Dari yang kita lihat beliau ini seperti ada ganguan jiwa,” ujar Kapolres.

Karena banyaknya masyarakat yang berdatangan terpaksa pemeriksaan dialikan ke Mapolres.

Terpisah Kasubbag Humas AKP Y.Sinulingga ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/3/2017) mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap Siti yang diduga pelaku penculik anak. Diduga Siti mengalami gangguan kejiwaan.

“Hasil pemeriksaan sementara, wanita itu kita diduga mengalami gangguan kejiwaan atau stres, karena setiap ditanya jawabannya selalu ngelantur,dan dari tatapannya terkesan hampa dan seperti orang yang sedang mengalami depresi berat,” ujarnya.

Untuk membuktikan stres atau tidanya Siti ,
petugas akan melakukan pemeriksaan atau tes kejiwaan.

“Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan dokter kejiwaan untuk memastikan apakah si Siti ini mengalami stres,” ujarnya.

Selain itu, kata Sinulingga, kepada masyarakat diminta untuk waspada terkait isu beredarnya penculikan anak. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas yang terdekat dan jangan main hakim sendiri.

“Dalam hal ini kita harap warga jangan main hakim sendiri jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Segera laporkan kepada petugas, biar petugas yang menangani,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Lingkungan V, NK Sumiati ketika ditemui di kediamannya mengatakan, awalnya Siti diamankan warga karena dijeritkan anak-anak (culik-culik).



loading...

Feeds