Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit Jiwa Tempat Sabar Nababan Pernah Dirawat

 Pengagas Agama Angkasa Nauli, Sabar Nababan.
foto : RadarLombok/JPG

Pengagas Agama Angkasa Nauli, Sabar Nababan. foto : RadarLombok/JPG

POJOKSUMUT.com, BERAGAM dugaan muncul terkait kepribadian Sabar Nababan, pria asal Medan yang kini menetap di Mataram dan muncul sebagai penggagas agama baru, Angkasa Nauli.

Mulai dari gangguan jiwa murni hingga penyakit skizofrenia. Polisi sendiri sudah melakukan meminta klarifikasi kepada Sabar Nababan. Dari hasil keterangan yang diperoleh, ternyata ada surat keterangan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Isinya menyebutkan Sabar Nababan diduga mengidap kelainan atau mengidap penyakit Skizofenia. Gangguan kejiwaan diidap Sabar sejak tahun 2015 lalu. “Nanti akan kita konfirmasi lagi ke pihak rumah sakit. Saat ini baru pemberitahuan saja yang kita terima,’’ jelas Kapolres Mataram AKBP Muhammad Selasa kemarin (21/3/2017).

Saat ini, Sabar Nababan dikenakan wajib lapor setiap hari. Menurut Muhammad, Sabar Nababan baru satu kali diklarifikasi oleh kepolisian. Hanya saja jawaban yang diberikan kepada kepolisian terkesan tidak nyambung. ”Yang kita tanyakan apa, dia jawab sudah lain-lain. Jadi kita anggap ada dugaan kelainan. Tapi kita tidak bisa memastikan. Itu nanti dari dokter yang bisa menyatakan,” sebutnya.

Terpisah Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, dr Elly Rosila Wijaya mengungkapkan, Sabar Nababan memang pernah masuk ke RSJ. Namun, Elly enggan membeberkan lebih lengkap tentang penyakit Sabar Nababan. “Memang pernah dirawat di RSJ, maaf saya sedang di luar kota ini,” jawabnya singkat kepada Radar Lombok via telepon.

Diperjelas apakah Sabar Nababan memiliki penyakit skizofrenia, kembali Elly enggan memberikan keterangan. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa disampaikan ke publik. “Tidak etis kalau saya menyebut diagnosa, karena itu confidensial,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan RSJ NTB, dr Dian Widiastuti Vietara saat dimintai keterangannya lebih lengkap juga mengakui bahwa Sabar Nababan pernah menjadi pasien di tempat tersebut. Namun dipastikan kondisi otak Sabar Nababan waktu itu baik.

Dipaparkan, Sabar Nababan masuk ke RSJ pada tahun 2012 lalu. Setelah itu, Sabar juga rutin datang ke RSJ sampai tahun 2014. “Setahu saya dari tahun 2012 sampai 2014 tetap kesini, setelah itu saya kurang tahu,” katanya.



loading...

Feeds