Miris, Manajer JKT48 Itu Memilih Bunuh Diri karena Hal Ini…

Ungkapan duka cita dari penggemar JKT48 (Twitter @dckysugipranata)

Ungkapan duka cita dari penggemar JKT48 (Twitter @dckysugipranata)

POJOKSUMUT.com, TEWASNYA General Manager (GM) JKT48, Inao Jiro (48) dengan bunuh diri tergantung di kamar mandi rumahnya cukup menggemparkan. Hingga saat ini polisi terus melakukan penyelidikan terkait motif Jiro melakukan aksi nekat itu.

Namun, untuk sementara dari keterangan saksi diduga korban nekat melakukan aksinya karena beban kerja.

Selama ini, sebagian besar waktu Jiro San-sapaan Inao Jiro, memang tersisa mengurus grup band yang berisikan puluhan kaum hawa tersebut. Korban tinggal di Perumahan River Park Blok GE.4 No.3 RT.02/02, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangsel.

Kasat Reskrim Polresta Tangsel AKP Alexander Yuriko mengatakan dugaan aksi gantung diri Jiro San itu akibat beban kerja yang berat. Dia mengatakan, keterangan itu didapatkan dari keterangan istri korban, Reny Damayanti, 35, dan juga asisten rumah tangga (ART) Suryati, 28.

Keduanya, kata Alexander juga, kerap mendengarkan ocehan Jiro San terkait beratnya beban kerja yang harus dipikul untuk mengembangkan dan mempertahankan grup band JKT48 yang merupakan kembaran AKB48. Apalagi, popularitas grup band yang beranggotakan puluhan kaum hawa itu diduga kini mulai menurun.

”Itu dugaan motif aksi gantung diri korban yang terjadi di dalam kamar mandi rumahnya sendiri. Kemungkinan karena tidak kuat beban kerja membesarkan band ini membuat korban memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya,” katanya kepada INDOPOS (grup pojoksumut), kemarin (22/3/2017).

Perwira menengah pertama Polri itu juga mengaku jajarannya telah memeriksa lima orang saksi dalam kasus gantung diri Jiro San di kamar mandi rumah sendiri. Selain istri dan pembantunya, anak tunggal korban, Zhopie (berusia 11 tahun) dan dua orang security kompleks perumahan itu juga diminta keterangan.

Dari keterangan kelima saksi mata itu diketahui sebelum aksi bunuh diri yang terjadi Selasa (21/3/2017) sekira pukul 18.00 WIB itu, beberapa jam sebelumnya korban masih terlihat di dalam rumah oleh pembantunya. Saat itu, ujar Alexander lagi, korban juga sempat mengumumkan event handshake di jejaring sosial.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …