Manajer Nyambi Supir Taksi Online Tewas Ditikam 32 Kali

Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3). (IBNANI YAZIN/RADAR SURABAYA)

Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3). (IBNANI YAZIN/RADAR SURABAYA)

POJOKSUMUT.com, Konflik antara taksi online dan angkutan konvensional memang sedang menghangat beberapa waktu belakangan. Di tengah situasi seperti itu, terjadi tragedi yang memilukan.

Gateway Manager JnT Express Jatim di Betro, Sedati, Sidoarjo, Denny Ariessandi, 43, yang nyambi menjadi sopir taksi online ditemukan tewas di Jalan Larangan, 100 meter Utara Kenjeran Park, Surabaya pada Kamis (23/3), pukul 05.30. Korban diduga menjadi korban pembunuhan karena di tubuh korban ditemukan 32 luka tusuk benda tajam.

Memang cerita pendapatan sopir taksi online sangat menggiurkan. Penghasilan bisa mencapai Rp 6 juta per bulan. Bahkan, bila ikut lebih dari satu aplikasi bisa meraup puluhan juta per bulan.

Rupanya, Denny Ariessandi meski sudah menjabat manager di kantornya juga tertarik untuk nyambi menjadi sopir taksi online Grab.

Untuk itu, Denny yang tinggal di Perumahan Maspion, Cluster Beryl Blok B3, Bangah, Gedangan, Sidoarjo ini membeli Dahaitasu Xenia untuk ikut nge-Grab. Tak dinyana, aktivitas barunya ini mengakibatkan alumnus ITATS tersebut mengalami kejadian tragis.

Sebelum hari nahas, Denny yang pernah tinggal di Pondok Maritim Blok L Nomor 45 Surabaya ini sempat memimpin rapat di kantornya pada Rabu (22/3) pukul 23.30. Denny membahas mengenai pengaturan jadwal di gudang ekspedisi daerah Betro tersebut.

“Setelah rapat selesai dia pulang,” ceritakan Adi Kurniawan, anak buah korban di JnT Express Jatim di Betro, kepada Radar Surabaya.

Nah, setelah berganti hari, Kamis (23/3), sekitar pukul 1.45, Adi menelepon Denny ingin melaporkan tentang overload barang. Telepon diangkat Denny dan menjawab singkat. “Sebentar, nanti saya telepon lagi,” jawab Denny singkat ditirukan Adi.

Setelah mengobrol dengan Denny melalui telepon sekitar tiga menit, Adi melaporkan pekerjaan. Ketika akan menutup telepon, Deny bilang akan nge-Grab lagi, soal pekerjaan nanti akan dibahas di kantor saja.

Namun, hingga Kamis siang Denny tak tampak di kantor. Denny harusnya masuk pukul 11.00. Bahkan sekitar pukul 9.00, Sandra istri Denny datang ke tempat kerja suaminya. Dia menanyakan keberadaan suaminya karena semalaman tidak pulang.

Teman kerja Denny pun berusaha membantu dengan menanyakan ke teman-teman yang lain, hingga mendatangi rumahnya. Handphone juga coba dihubungi namun tidak aktif. Hingga pada siang hari mendapat kabar penemuan mayat di Kenjeran melalui media sosial.

Melihat ciri-ciri fisik dan pakaian serta jam tangan yang dikenakan korban, rekan-rekan kerjanya meyakini bahwa itu manager mereka.

“Baju, celana, dan jam tangan yang dikenakan sama seperti yang dipakai saat meeting semalam. Pak Denny juga sempat cerita baru beli kobil baru Daihatsu Xenia yang dia gunakan untuk nge-Grab,” tandas Adi.

Berdasar identifikasi jenazah, ada beberapa luka tusuk dan sabetan senjata tajam di tubuh korban. Mulai leher, dada, punggung, mata kanan, hingga kepala.

“Ada 32 luka tusukan yang ditemukan,” terang Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo.

(Nurista/Ibnani Yazin/no/jpg/sdf)



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …