Simak, MUI Medan Juga Haramkan Dokter Lakukan Vasektomi dan Tubektomi

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Selain menyatakan hukum haram KB vasektomi dan KB tubektomi, bagi setiap penggunanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengharamkan kedua KB tersebut.

Tak terkecuali bagi siapa pun yang terlibat (bersubahat) seperti mengajak, termasuk dokter yang melakukan operasi terhadapnya.

“Setiap perbuatan tidak baik, siapa saja yang terlibat dan mengetahui sama saja hukumnya. Kita tidak merekomendasi, dalam arti haram untuk vasektomi dan tubektomi. Oleh karena itu, bagi orang yang bersubahat juga haram, jadi sama saja dengan berdosa,” ungkap Ketua MUI Cabang Kota Medan Prof Mohammad Hatta kepada wartawan baru-baru ini.

Baca Juga :Simak! MUI Medan Sebut Vasektomi dan Tubektomi Itu Haram

Hatta menyebutkan, jika MUI sebetulnya sangat mendukung program pemerintah, termasuk di dalamnya program KB itu. Hanya saja, program yang ada tersebut harusnya bisa dilakukan dengan cara baik, dan tidak bertentangan dengan hukum agama. Karena itu, pihak yang bersubahat termasuk dokter juga segera bertaubat.

“MUI sudah sejak lama meminta agar program vasektomi dan tubektomi dihentikan. Tapi hingga sekarang, pemerintah tetap kukuh menjalankannya sebagai salah satu cara ber-KB. Pemerintah tampaknya belum bersedia,” cetusnya.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …