Antisipasi Penculikan, Sekolah Kirim Surat Edaran ke Orang Tua Murid

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Maraknya kabar penculikan anak di tanah air, memang membuat resah semua pihak. Untuk mengantisipasi hal buruk terjadi, sekolah di Medan pun mulai mengambil kebijakan.

Diantaranya, mengeluarkan surat edaran untuk orang tua murid, agar bisa meningkatkan kewaspadaan. Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Ar-Rayhan School Islam Terpadu, Medan. Sejak dua hari lalu, pihak sekolah memberikan surat ke murid untuk diteruskan ke orang tua dengan imbauan pemberitahuan penting.

Isinya, agar orang tua bisa mengantar dan menjemput anak sendiri. Mengingat belum memiliki satpam tetap di sekolah yang beralamat di Jalan Garu III, Medan Amplas itu. Hal ini ditanggapi positif orang tua murid.

Seperti yang dikatakan Santi (46), ibu dari anaknya yang bersekolah di SD swasta tersebut. “Iya kami orang tua dikasih surat, sekolah mengingatkan agar anak agar tidak mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal, tidak memperbolehkan anak pulang sendiri dan lebih waspada,” ujarnya, Sabtu (25/3/2017).

surat edaran dari sekolah untuk orang tua agar waspada penculikan.
foto : repro/nin/pojoksumut

Dia menyambut baik surat tersebut, mengingat sebagai wanita karir, kadang tak bisa 100 persen mendampingi anak.

“Kebetulan saya kerja, jadi anak sudah saya sudah sewa yang menjemputnya, kalau pagi saya yang antar. Dan penjemputnya pun memang orang kita kenal, dekat rumah juga,” jelasnya.

Dia mengakui, bahwa isu penculikan belakangan ini memang membuatnya tak tenang. Apalagi menurutnya, kalau bicara dengan ibu-ibu, ada saja info anak si anu diculik.

“Belum tahu kebenarannya, katanya-katanya gitu. Apapun itu, kan memang maraklah penculikan ini pernah juga terjadi beberapa waktu lalu di Medan. Hanya saja, ini sekarang heboh kali memang. Kita jadi lebih waspada saja, dan saya bilang ke anak, jangan mau diajak siapapun, dan harus bilang dan telepon saya kalau mau pergi kemana saja,” bebernya.

Santi memiliki putra tunggal, dan dia merasa, sama repotnya dengan menjaga anak perempuan. “Zaman sekarang mau laki, mau perempuan sama harus dijaga. Anak laki-laki juga rawan diculik, makanya saya tegas ke anak saya, jangan mau diajak siapapun, teriak kuat-kuat kalok dipaksa,” tegasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …