Ya Ampun! Anak Tonjok Kepala Ibu Kandungnya, Gara-gara Jual BH Bekas

Nek Paerah dikunci anaknya di dalam rumah usai penganiayaan.
foto : prokal

Nek Paerah dikunci anaknya di dalam rumah usai penganiayaan. foto : prokal

POJOKSUMUT.com, BONTANG-Kasih ibu sepanjang masa memang acap kali berbanding terbalik dengan perlakuan anak. Seperti kasus penganiayaan anak kepada orang tua di Samarinda merambat ke Kota Taman, Bontang ini.

Warga Gang Bete-bete 3, RT 2, Kelurahan Tanjung Laut Indah dibuat miris dengan perbuatan Yulianingsih (50) yang tega menganiaya ibu kandungnya, Paerah (87), Kamis (23/3/2017) dini hari.

Alasan penjual kue ini menyakiti ibu kandungnya sendiri ini sangat memilukan. Yulianingsih merasa malu karena sang ibu sering minta makan ke tetangga. Dan yang lebih membuat pelaku gelap mata adalah wanita tua renta itu sampai menjual pakaian dalam usang miliknya. Penganiayaan terjadi ketika Paerah hendak keluar rumah untuk menemui anaknya yang lain. Jeritan wanita lanjut usia ini saat dianiaya Yulianingsih, memancing para tetangga berdatangan.

Menurut salah satu tetangga pelaku yang enggan dikorankan namanya, Yulianingsih tampak menampar korban sambil mencubiti tubuh nenek yang sudah kurus tinggal tulang dan kulit tersebut. “Saya kaget, ada apa ribut-ribut di luar, saya lihat si anak itu memukul-mukul ibunya sendiri yang sudah jompo sambil dicubitin dan dihajar pakai tas ransel. Ya Allah.. saya sampai sesak napas, melabrak anaknya agar tidak berlaku seperti itu ke ibu kandungnya sendiri,” kata tetangga yang menyaksikan perbuatan kasar pelaku.

Penderitaan Paerah ternyata belum berakhir sampai di situ. Pagi harinya, sang nenek dikunci di dalam rumah sejak pagi hingga siang hari. Sementara anaknya Yulianingsih dan kedua cucunya, berada di luar rumah.

Kabar kekerasan terhadap Paerah sampai ke telinga Suyanti dan Intan dari tim penjangkau Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial. Didampingi Ketua RT 2 Sahabuddin, keduanya bergegas menjenguk Paerah. Rombongan baru bisa bertemu korban pada pukul 12.30 Wita, Yulianingsih pulang ke rumah.

Disambangi tim LK3, Yulianingsih langsung membela diri. Ia beralibi mengunci ibunya di rumah karena khawatir sang ibu akan lari dan keluar rumah. “Coba, siapa yang nggak malu? Lihat ibunya jual BH ke orang lain? Iiich….saya jengkel sekali, saya tonjok-tonjok kepalanya,” ujar Yulianingsih, terlihat emosi sembari mempraktekkan dengan tangannya menonjok kepalanya sendiri.

Yulianingsih mengaku sering membelikan makanan ke ibunya, namun jarang dimakan, bahkan sampai basi karena tidak dimakan. “Capek aku belikan makanan! Aku sabar, tapi ngga dimakan, nggak kelaparan di sini, di sini banyak makanan, siapa bilang embah (Paerah, Red) kelaparan? nih ada bubur juga nggak dimakan, ada tape, ada pisang, ada roti, ada donat, ada bakso,” ujarnya, sembari membuang makanan yang tersimpan di kulkas.



loading...

Feeds

Rumah Pensiunan PLN Nyaris Jadi Abu

Informasi yang diperoleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah tersebut. Warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan …