Langka! Bayi Laki-laki 10 Bulan Memiliki ‘Janin’ dalam Perutnya

Tim dokter sedang mengoperasi bayi dan mengangkat janin tersebut.
foto : RSUP for Lombok Post/JPG

Tim dokter sedang mengoperasi bayi dan mengangkat janin tersebut. foto : RSUP for Lombok Post/JPG

POJOKSUMUT.com, LOMBOK-M Abdul Zikri Hakim masih berusia 10 bulan. Namun, benda asing di dalam perutnya telah membuat heboh. Ya, benda itu mirip seperti janin, sehingga diduga sang bayi tengah “mengandung.”

Zikri Hakim merupakan anak dari Asmani, warga Desa Letok, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Kini tengah dirawat di Bangsal Gili Trawangan RSUP NTB. Ruang perawatan Zikiri hingga saat ini masih disterilkan dari awak media untuk proses pemulihan sebelum operasi.

Direktur RSUP NTB dr Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, Zikri dirawat di RSUP NTB sejak 11 Maret 2017. Pasien ini adalah pasien rujukan dari RS Soejono, Selong, Lombok Timur dengan status BPJS mandiri. Artinya segala biaya perawatan dan pengobatan ditanggung BPJS.

Kemudian, tim dokter RSUP telah melakukan pemeriksaan dengan melibatkan dokter spesialis bedah, dikolaborasi dengan spesialis anak, dan rencananya juga akan diperiksa dokter spesialis obgyn (kandungan) yang akan menangani pasien secara komperhensif. ”Inysa Allah akan ditangani dengan baik,” katanya.

Terhadap penyakit yang diderita sang bayi, pihak rumah sakit sudah melakukan pemeriksaan demi pemeriksaan, baik foto abdumen maupun foto torak. Pada 13-15 Maret juga sudah dilakukan CT Scan.

Dikatakan, dari rujukan yang diterima RSUP NTB, pasien ini dengan penyakit obstruksi distensi obdumen dengan ciri utama perutnya kembung dan kencang. Dicurigai adanya gangguan usus, sehingga dilakukan pemeriksaan CT scan tanggal 15 Maret.

Kesan yang muncul dari hasil pemeriksaan tim dokter adalah pertama adanya ascites semacam cairan yang ada di peru. Selain itu tampak masa. Masa yang dimaksud dalam hal ini ada benda asing. ”Jadi ini istilahnya ada kelainan sejak lahir atau kongenital,” kata Hamzi.

Kondisi tersebut baru diketahui orang tua bayi ini satu minggu setelah lahir. Tapi menurut Hamzi, untuk mengetahui pasti apa yang terjadi pada sang bayi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Termasuk untuk memastikan adanya janin di dalam perutnya atau tidak. ”Memang ditemukan gambaran mirip (janin), tetapi belum tentu kan?” katanya.

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan radiologi, kesan benda di dalam perut bayi mirip gambaran tulang dan tubuh, tetapi tidak sempurna. Tapi Hamzi memastikan, benda asing itu dalam kondisi tidak bergerak, tidak hidup atau mati.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kandungan RSUP NTB dr Agus Rusdi menjelaskan, setiap kali melihat gambar CT Scan, dokter radiologi selalu menganalogikan ke dalam bentuk tertentu, jika dilihat seperti janin maka akan ditulis mirip janin. Tapi untuk memastikannya, harus dilakukan pengangkatan tumor lalu kemudian dilihat isi di dalamnya.

Jika ada opini yang menganggap ada kembaran bayi di dalam, secara keilmuan ada istilah fetus in fetu (janin di dalam janin). Jadi bayi tersebut kembar tapi kembarannya tumbuh di dalam tubuh bayi tersebut. Kalau dia berada di dalam organ yang vital biasanya dua-duanya meninggal. Tetapi jika tumbuh di dalam organ tubuh yang tidak vital seperti di dalam perut, tulang paha dan beberapa organ lainnya, maka bayi tempat menumpang bisa saja hidup, tetapi bayi yang menumpang akan meninggal.

”Tapi itu kalau berkembang ke arah sana,” katanya.

Saat ini, untuk menangani bayi tersebut persiapannya harus baik, bisa saja benda asing dalam tubuhnya tersebut menempel pada organ yang vital seperti usus, kantong kemih, ginjal dan sebagainya. Sehingga harus ekstra hati-hati. Apalagi usianya baru berumur 10 bulan, maka butuh persiapan yang sangat matang. Melihat semua bagian tubuh, apakah dia menempel pada organ vital atau tidak.

”Harus dipastikan bahwa pengangkatan tumor itu tidak berakibat lebih buruk pada organ lainnya,” jelas Rusdi.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …