Terungkap! Begini Sadisnya Pembunuh Manajer yang Nyambi Jadi Sopir Taksi Online

Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3). (IBNANI YAZIN/RADAR SURABAYA)

Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3). (IBNANI YAZIN/RADAR SURABAYA)

POJOKSUMUT.com, KINERJA kepolisian patut diacungi jempol saat berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Denny Ariessandi, manajer yang nyambi jadi sopir taksi online, di Jalan Larangan, Kenjeran, Surabaya.

Mereka adalah Cipto Roso Wijayanto dan Khoirul M. Fajar. Keduanya tega membunuh Denny lantaran ingin menguasai mobil yang dikemudikan bapak satu anak tersebut.

Dua tersangka itu kini ditangani instansi yang berbeda, yakni Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Pomal. Sebab, status keduanya berbeda. Cipto merupakan seorang tukang sol sepati warga Kediri, sedangkan Khoirul berstatus anggota TNI AL yang juga berasal dari Kediri.

Kemarin (26/3/2017) polisi menunjukkan sosok Cipto kepada publik. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno mengatakan bahwa status Cipto kini adalah tersangka. ”Sebelumnya kami memang tidak bisa mengumumkan dengan pasti karena data yang kami miliki masih minim,” jelasnya.

Ronny mengatakan, motif pembunuhan terhadap Denny bukan karena emosi. Namun, murni karena ingin memiliki mobil Denny. Selanjutnya, tersangka menjual mobil agar mendapatkan uang. ” Motifnya ekonomi,” sambung Ronny.

Terungkapnya kejahatan tersebut terbilang cepat. Begitu mengendus bahwa salah seorang pelakunya adalah tentara, polisi langsung melimpahkan perkara beserta barang buktinya ke Pomal.

Ronny membeberkan, selama ini Cipto dan Khoirul memang sudah berteman. Persahabatan mereka bermula dari hobi yang sama. Yakni, menyedot shisha. Bahkan, mereka memiliki komunitas, yang biasanya bertemu di Alun-Alun Kediri. ”Mereka sering bertemu ketika malam,” jelas mantan Kapolres Poso tersebut.

Lantas bagaimana detik-detik pembunuhan yang dilakukan Cipto dan Khoirul terhadap Denny?

Ronny menceritakan, pada Senin (20/3/2017), keduanya memang berencana pergi ke Surabaya. Tujuan mereka ke Kota Pahlawan adalah berbuat kejahatan. Mereka juga merumuskan senjata yang dipakai hingga target yang akan disasar.

Setelah rencana dibuat dengan matang, mereka pergi ke Surabaya pada Rabu (22/3/2017). Mereka sampai di Surabaya sekitar pukul 20.00. Sebelum melakukan aksi kejahatan, di Terminal Purabaya mereka menenggak minuman keras. ”Setelah puas minum, mereka langsung berpencar untuk mencari pisau,” ungkap perwira yang dua tahun menjabat Kapolres Poso tersebut. Pisau itu akan digunakan untuk melumpuhkan calon korban.

Pada pukul 00.00 WIB, keduanya memesan taksi online melalui aplikasi di handphone Khoirul. Taksi online memang sengaja dipilih kedua tersangka. Mereka beralasan, mobil yang bisa direbut dapat dijual kembali. ”Mau dijual lagi, Pak, makanya milih online,” ujar Cipto.

Setelah mendapatkan taksi online, mereka meminta diantarkan ke salah satu hotel di Jalan Arjuna. Awalnya mereka menumpang Daihatsu Xenia dengan sopir lain. Namun, mereka memutuskan untuk tidak merampas mobil tersebut lantaran tidak sesuai dengan kriteria. ”Keluaran lama soalnya,” ujar Ronny.



loading...

Feeds

Rumah Pensiunan PLN Nyaris Jadi Abu

Informasi yang diperoleh, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap rumah tersebut. Warga yang mengetahui langsung berusaha memadamkan …