Tim Dokter Sukses Mengangkat Janin Seberat 400 Gram dari Perut Bayi 10 Bulan Itu

Tim dokter sedang mengoperasi bayi dan mengangkat janin tersebut.
foto : RSUP for Lombok Post/JPG

Tim dokter sedang mengoperasi bayi dan mengangkat janin tersebut. foto : RSUP for Lombok Post/JPG

POJOKSUMUT.com, SETELAH beberapa hari dirawat, Tim dokter RSUP Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengangkat janin yang ada di dalam perut Muhammad Abdalul Zikri Hakim, bayi 10 bulan asal Desa Letok, Kecamatan Sakra Lombok Timur. Kini sang bayi masih dirawat intensif untuk proses pemulihan.

Direktur RSUP NTB dr H Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, setelah 14 hari dirawat di RSUP NTB (sejak 11 Maret lalu), akhirnya Zikri berhasil menjalani operasi pada hari Sabtu (25/3/2017). Operasi pengangkatan benda asing di dalam perut sang bayi berlangsung selama 1,5 jam sejak pukul 9.25 Wita.

Tindakan operasi ini dilakukan tim medis dengan melibatkan tujuh dokter spesialis. Diantaranya dokter spesialis bedah, spesialis anak, spesialis anastesi, spesialis radiologi, spesialis obgyn, spesialis patalogi anatomi, patalogi klinik dan ahli gizi serta farmasi.

Baca Juga : Langka! Bayi Laki-laki 10 Bulan Memiliki Janin dalam Perutnya

Ia menyebutkan, dari tindakan operasi yang dilakukan, tim dokter berhasil mengeluarkan fetus (janin) seberat 400 gram dengan bentuk janin tidak sempurna berjenis kelamin laki-laki. Setelah menjalanai operasi, pasien Muhammad Abdalul Zikri Hakim harus menjalani perawatan untuk pemulihan pasca operasi. “Kondisi saat ini pasien bayi sudah siuman dan dirawat di ruang ICU,” katanya.

Menurut Fikri, kasus ini merupakan salah satu pengalaman dan pembelajaran berharaga bagi RSUP NTB, khususnya dalam penanganan kasus sulit dan langka. Sebab hanya ada satu kasus dari 500 ribu kelahiran di dunia. Keberhasilan operasi ini menurutnya tidak lepas dari kerjasama semua pihak, terutama tim medis yang sudah bekerja keras baik sebelum dan sesudah operasi. Termasuk dukungan Pemprov NTB sehingga operasi berjalan lancar tanpa hambatan.

“Kasus yang langka ini akan dijadikan penelitian dan kajian sebagai wujud misi ke tujuh RSUD Provinsi NTB untuk dapat meningkatkan keakuratan data penelitian,” ujarnya.

Ketua tim medis RSUP NTB, dr Budiarta yang merupakan dokter spesialis bedah menambahkan, pihaknya membentuk tim karena kasus ini jarang terjadi dan sangat langka. Terakhir dilaporkan di China ada 100 kasus, ada kemungkinan masih banyak yang tidak dilaporkan.

Operasi pengangkatan janin di dalam perut bayi sendiri sempat tertunda karena kondisi kesehatan bayi menurun, dan baru dilaksanakan hari Sabtu lalu. Penundaan dilakukan karena tim tidak ingin terburu-buru, dan harus memastikan bayi betul-betul dalam kondisi bagus.



loading...

Feeds