Kisah Korban Selamat Banjir Bandang di Madina, Hanya Bisa Menyaksikan Rumah Hanyut

Korban tewas akibat banjir bandang di Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Minggu (26/3/2017) malam.
foto : oryza/metrotabagsel/JPG

Korban tewas akibat banjir bandang di Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Minggu (26/3/2017) malam. foto : oryza/metrotabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, BANJIR bandang yang menerjang Padangsidimpuan, Mandailing Natal (Madina) telah menewaskan tujuh orang. Lima diantaranya warga Padangsidimpuan. Hujan deras berjam-jam membuat daerah sekitar banjir besar, Minggu (26/3/2017). Mushalla, rumah, mobil hanyut dibawa arus.

Kini, warga terus berusaha ikhlas dan menerima musibah ini sembari menunggu bantuan datang. Sebab, pada saat kejadian, warga mengungsi di masjid dan tempat aman lainnya.

Satu diantaranya, Risal Pulungan. Warga Malintang Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Madina, ini menceritakan, sekira pukul 22.00 WIB malam itu, air deras dan besar secara cepat mengepung rumahnya.

Ia bersama istri dan enam anak-anaknya yang semula berada di dalam rumah segera bergegas ke luar. Sempat kebingungan karena di jalan setapak menuju masjid, air deras dengan ketinggian mencapai ketiak orang dewasa.

Risal kemudian melarikan keluarganya itu ke dalam Masjid Baitur Rahim yang berada di belakang rumah. Air di masjid pun menggenang, ia akhirnya memilih lantai dua dengan menaiki tangga luar untuk menyelamatkan keluarganya itu.

“Istri dan anak-anakuku tinggal di masjid. Saya sudah lari ke depan (rumah Mak Udin, red) mau jemput ibu itu. Tapi rumahnya sudah hanyut, hilang jatuh ke sungai. Air dari sela-sela rumah dan ruko depan ini pun deras dan dalam,” sebut Risal dan kembali ke masjid.

Ketika berada di atas, ia pun menyaksikan tatkala material banjir berupa kayu gelondongan menghantam bagian rumahnya, dan disambut arus deras yang datang dari celah bangunan depan rumahnya. Rumahnya pun rubuh, hingga tak satu pun harta terselamatkan kecuali pakaian yang melekat di tubuh. “Kami selamat sudah sangat bersyukur. Tidak ada yang tersisa. Ini lah rumah yang hancur, sama pakaian yang basah,” ungkapnya.

Dari Padangsidimpuan, lima warga dinyatakan meninggal setelah terseret banjir. Empat di antaranya merupakan satu keluarga yang tinggal di Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan. Dan, satu warga lainnya, Bahar Efendi Panggabean berdomisili di Lingkungan I, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Sitataring, Padangsidimpuan Utara.



loading...

Feeds

Tak Bisa Main, Evan Dimas Lemas

Pada laga tersebut, satu gol kemenangan Indonesia diciptakan Marinus Mariyanto Wanewar yang memanfaatkan umpan lambung Septian David Maulana di menit …

Ashanty dan Anang Kuda-kudaan

"Iya nih bunda ketakutan banget. Akhirnya tukaran kuda. Punyaku ditunggangi bunda, punya Azriel aku yang pakai. Seru banget sih berkuda," …