Fintech Desak Perbankan Berbenah Diri

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut, Edie Rizliyanto memberi kuliah umum di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Panca Budi (Unpab) Medan, Kamis (30/3/2017).
Dalam kuliah umum tersebut, bertajuk ‘Ancaman Fintech terhadap Industri Perbankan dan Kesiapan Mahasiswa Memasuki Industri Perbankan’.
Pada kuliah umum itu, dihadiri Rektor I Unpab Ir Bhakti Alamsyah MT PhD, Rektor II Dra Hj Irma Fatmawati SH MHum, Rektor III Samrin SE MM, Dekan FEB Unpab Drs Anwar Sanusi MSi, Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unpab Saimara Sebayang SE MSi, mahasiswa dan sivitas akademika Unpab. Selain itu, turut hadir, perwakilan siswa SMA/MA di Medan dan Deliserdang.
“Munculnya perusahaan-perusahaan berbasis digital atau financial technology (fintech) mendesak industri perbankan untuk berbenah diri,” ungkap Edie.
Menurutnya, di satu sisi Fintech bisa menjadi ancaman yang menggerus pangsa pasar perbankan tradisional. Namun, di sisi lain fintech membuka peluang bagi perbankan untuk berkolaborasi menembus pasar-pasar yang belum terjamah hingga ke pelosok desa.
Pasalnya, ada 96 perusahaan fintech teridentifikasi telah beroperasi di Indonesia yang mayoritas (56 persen) bergerak dalam kategori payment (pembayaran), clearing (kliring)  dan settlement (proses penyelesaian akhir transaksi).
“Bank harus memanfaatkan peluang kolaborasi dengan fintech, dan keduanya harus saling bersinergi. Artinya, bank harus memanfaatkan Fintech yang mampu menyediakan jaringan hingga ke pelosok. Sementara perusahaan fintech harus menggandeng bank untuk mengakses pendanaan yang murah, sesuai dengan aturan sistem keuangan,” sebut Edie.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …