Ingat Kasus Anak Gugat Ibunya Rp1,8 Miliar? Begini Pengakuannya

Yani dan suaminya.
foto : indopos/jpg

Yani dan suaminya. foto : indopos/jpg

POJOKSUMUT.com, BEKASI-Label anak durhaka telah melekat di Yani Suryani (45), lantaran menggugat ibu kandungnya sendiri, Siti Rokayah alias Amih (85), asal Garut, Jawa Barat.

Setelah sulit dihubungi, akhirnya wartawan berhasil mewawancarai Yani Suryani dan suaminya, Handoyo Adianto, 47, yang tinggal di Perumahan Harapan Indah, Medansatria, Kota Bekasi, kemarin (29/3/2017).

Saat ditemui, Yani hanya bersikap biasa saja terkait pemberitaan yang memojokkan dirinya karena menggugat ibu kandungnya sendiri.

”Kasus gugatan itu (kepada ibunya sendiri) tidak perlu dibesar-besarkan,” terang Yani kepada wartawan di kediamannya, Rabu (29/3).

Seperti diketahui, pasangan suami itri (pasutri) Yani dan Handoyo menguggat ibu kandungnya sendiri dengan total Rp 1,8 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Garut, Jawa Barat.

Saat ini, gugatan itu tengah berlangsung di PN Garut dengan gugatan perdata nomor 1/PDT.G/2017/PN GRT.

Pekan kemarin, sidang keenam kasus itu digelar. Gugatan pasutri Yani – Handoyo ke PN Garut tujukan dengan tergugat I, Siti Rokayah, dan tergugat II Asep Rohandi.

Menurut Yani, Asep Rohandi merupakan kakak kandungnya.

”Sidang ini untuk menentukan hak-hak saya. Banyak yang belum mengerti dengan kasus ini,” ungkap Yani juga.

Dia juga membantah, kalau ada yang mengatakan orangtuanya bakal dipenjara karena gugatannya itu.

”Itu pembelokan fakta sebenarnya. Faktanya adalah masalah hitung-hitungan tentang hak dan kewajiban utang,” paparnya.

Yani lantas bercerita ikhwal kasus gugatan tersebut. Bermula pada 1998 lalu ketika ibunya, Rokayah dan Asep Rohandi (kakaknya) meminjam uang kepada Yani dan suaminya untuk usaha Dodol Garut.

Karena tak punya uang, Yani lantas meminjam uang ke salah satu bank swasta. ”Awalnya, masalah utang,” paparnya.

Untuk meminjamkan uang kepada ibu dan kakaknya itu, Yani dan suaminya mengaku juga dikenai bunga secara komersil oleh bank.

Namun di tengah jalan, usaha yang dirintis ibu kandung dan kakaknya bangkrut.

Tidak hanya itu, ada rencananya dari tergugat I dan II untuk menjual aset keluarga berupa rumah di Ciledug.



loading...

Feeds