Tak Disangka, Inilah Pembunuh Julio Sinaga, Bocah Tiga Tahun Itu

Ilustrasi
foto : pixabay

Ilustrasi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Terungkap sudah penyebab tewasnya Julio Sinaga, balita berusia 3 tahun yang mengalami patah tulang dan pendarahan di rongga tengkorak di rumah pengasuhnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pematangsiantar Aiptu Malon Siagian menjelaskan, hingga kini pihaknya sudah menetapkan seorang tersangka kasus penganiayaan hingga menyebabkan Julio meninggal. Ia adalah Mangara Tua Siahaan (34) warga Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur, Siantar Marihat.

“Sudah ditetapkan tersangka dan ditahan pasca kejadian. Dia juga sudah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik,” jelas Malon, Rabu (29/3/2017).

Diungkapkan Kanit PPA, Mangara yang diketahui tak punya pekerjaan menetap itu akan dijerat pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C Undang-undang No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Malon menceritakan kronologis kejadian berdasarkan pengakuan tersangka dalam pemeriksaan, awalnya Mangara datang ke kediaman orang tua asuh Julio di Jalan Dalil Tani Gang Rebung, Kelurahan Tomuan, Siantar Timur pada Senin (27/3/2017) sekira pukul 17.30 WIB.
Saat itu datang bersama istrinya F br Hutahuruk. Maksud kedatangan keduanya adalah untuk menagih utang kepada Martina br Simanjuntak, ibu asuh korban.

Sampai di sana, F br Hutauruk, istri tersangka, masuk menemui Martina. Sedangkan Mangara menunggu di halaman rumah. Pembicaraan kedua pihak pun berlanjut sampai malam hari. Karena suasana sudah gelap, Mangara ikut masuk ke dalam rumah. Julio sendiri saat itu sedang makan disuapi oleh Martina.

Usai makan, Martina langsung menyuruh Julio tidur di kamar. Sementara pembicaraan Martina dengan F br Hutauruk masih terus berlanjut. Bahkan dalam hitungan menit kemudian, kedua ibu rumah tangga itu beranjak ke warung yang berada di dekat rumah.

Maksudnya adalah untuk membeli keperluan rumah tangga dan meninggalkan Mangara di kediamannya.



loading...

Feeds