Harta Bisa Dicari, tapi Jika Orang Tua Murka?

Yani dan suaminya.
foto : indopos/jpg

Yani dan suaminya. foto : indopos/jpg

POJOKSUMUT.com, GARUT-Sidang kasus perdata anak kandung menggugat ibunya Rp1,8 miliar, dilanjutkan kembali di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, kemarin (30/3/2017).

Pada sidang ketujuh yang dipimpin hakim Endratno Rajamai tersebut, agendanya adalah penyerahan bukti-bukti dari pihak penggugat dan tergugat.

Saat kedua pihak menyerahkan alat bukti, ternyata ada berkas yang dianggap belum lengkap.

Sidang pun ditunda hingga Kamis pekan depan (6/4/2017) untuk melengkapi berkas.

Baca Juga : Ingat Kasus Anak Gugat Ibunya Rp1,8 Miliar? Begini Pengakuannya

Majelis hakim lebih mengarahkan agar mereka bisa berdamai meski upaya mediasi telah dilakukan dan gagal.

’’Majelis hakim menggugah dan mendorong islah. Silakan kepada masing-masing penasihat hukum untuk menyelesaikan sebelum putusan pengadilan. ’’ kata Endratno di ruang sidang.

Hakim juga memberikan kesempatan kedua kepada penggugat untuk memberikan pernyataan.

Handoyo awalnya ingin membacakan satu lembar pernyataan yang disebut Dedikasi untuk Ibunda Siti Rokayah. Hanya, permintaan tersebut ditolak majelis hakim karena sudah ada dalam materi persidangan.

Sebelum persidangan dimulai, awak media sempat meminta keterangan Handoyo. Dia menyebut jalur hukum merupakan jalan terbaik.

’’Di sini kan (pengadilan) tempat wakil-wakil Tuhan,’’ sahut Handoyo. Perihal gugatan utang piutang dari Rp41,5 juta menjadi Rp1,8 miliar, menurut Handoyo, akan terjawab di persidangan.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …