Terungkap! Pelaku Mengaku Membunuh Dosen Stikes Itu Lantaran Sering Disodomi

Keluarga korban histeris begitu melihat korban bersimbah darah sesaat setelah kejadian.
foto : iksan/fajaronline

Keluarga korban histeris begitu melihat korban bersimbah darah sesaat setelah kejadian. foto : iksan/fajaronline

POJOKSUMUT.com, MAKASSAR-Misteri pembunuhan Amir Ahmad (28) warga Perum Graha Surandar Blok E 2 nomor 3, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, akhirnya terkuak.

Rabu (29/3/2017) dini hari, kedua tersangka pembunuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut ditangkap di sebuah rumah di Kabupaten Maros.

Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Edwin Zadma mengungkapkan, korban yang merupakan PNS Kesehatan tersebut diketahui memiliki penyimpangan seks.

“Antara korban dan para pelaku saling kenal. Dari olah TKP dan hasil pengembangan diketahui jika masih ada beberapa orang yang menjadi korban penyimpangan seks,” kata Edwin Zadma, Kamis (30/3/2017).

Menurut dia, ada sebanyak lima orang dengan modus mirip yang dialami oleh kedua pelaku.

Dari hasil interogasi, kedua pelaku Karimolla alias Naja alias Ullah (28) dan Muh Fauzul alias Zul (19) Kabupaten Takalar ini mengaku, terpaksa melakukan pembunuhan lantaran korban kerap menyodomi mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, wargasekitar Perumahan Graha Surandar 3 Blok E2 No 3 Kelurahan Paccinongan Sombaopu Gowa, Sulawesi Selatan mendadak geger. Ini setelah Amir Rahmat (38) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya tersebut, Selasa (28/3/2017).

Amir yang juga diketahui sebagai seorang pendidik (dosen) di Stikes Tanawali Persada Takalar ditemukan pertamakali oleh istrinya Wahana (30).

Sebelum ditemukan tewas oleh istrinya, korban diketahui menerima tamu misterius di rumahnya.

Istri korban saat menyambangi rumahnya melihat pintu pagar rumah korban tidak terkunci. Kemudian masuk melalui pintu depan yang sudah dalam keadaan terbuka.

“Saya di rumah di Palleko (Kecamatan Polongbangkeng Utara Takalar, red), saat saya hubungi suami saya, dia bilang lagi di rumah yang di sini (TKP, red) karena lagi ada tamunya. Tapi pas saya telepon lagi HP-nya sudah tidak aktif,” beber perempuan yang sedang mengandung anak korban dua bulan itu.

Dia mengaku menyambangi suaminya lantaran khawatir korban tidak bisa dihubungi. “Tetapi saat saya tiba, pagar tidak terkunci pas saya masuk saya lihat dia tengkurap jadi saya balik,” katanya lagi seakan tidak percaya suaminya tewas.

Selain itu, ibu korban, Daeng Mene saat tiba di lokasi kejadian langsung histeris saat melihat korban dievakuasi ke mobil ambulance. “Anakku, anakku,” serunya sambil menangis histeris. (muh fadly/pojoksulsel/nin)



loading...

Feeds