Cara Franky Bunuh Diri: Minum Racun Nyamuk Dulu, Sekarat Lalu Gantung Diri!

Ilustrasi gantung diri

Ilustrasi gantung diri

POJOKSUMUT.com, PONTIANAK – Aksi bunuh diri yang dilakukan Yohanes Franky, 21, ini sungguh bikin miris hati.

Dia mengakhiri hidupnya dengan cara memakan racun nyamuk, kemudian gantung diri di rumahnya di Gang Tengkawang 2, Jalan Nyi Ageng Sarang, Perum III, Pontianak Timur, Kalbar, Rabu (29/3).

Tak ada yang menyangka Yohanes nekat menghabisi nyawanya dengan cara yang mengerikan tersebut.

Pemuda ini dikenal pendiam dan tak memiliki masalah. Di rumahnya dia tinggal bersama dua adik sepupunya, Ardetlya, 19 dan Viana, 17.

Pada saat kejadian kedua adik sepupunya tidak berada di rumah. Ketika Ardetlya dan Viana pulang sekitar pukul 16.30, mereka melihat rumah dalam keadaan sepi. Pintu terkunci dari dalam.

Ardetlya mengetuk pintu dan memanggil abang sepupunya tersebut. Namun tidak ada jawaban dari Yohanes.

Wanita ini mengintip bagian dalam rumah dan tampak sepi, tidak terlihat seorang pun. Ardetlya membuka jendela yang tidak terkunci dan membuka pintu (kunci pake slot kayu).

Setelah masuk ke rumah, di dapur dia mendapati Yohanes sudah tergantung dengan seutas tali.

“Adik sepupunya langsung menjerit dan menangis, melihat Yohanes sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung,” ungkap Kapolsekta Pontianak Timur Kompol Abdul Hafidz, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Adik sepupu korban langsung memberitahu tetangganya.

Menurut keterangan Ardetlya dan Viana, sewaktu ditinggal pergi ke tempat kerja/kursus, Yohanes tampak seperti biasanya. Dia sedang membersihkan rumah.

Setelah dicek di laptopnya, polisi menemukan tulisan curhatan Yohanes.

Dia meninggalkan pesan yang intinya sudah tidak kuat lagi menanggung beban tanggung jawab yang diberikan orangtuanya.

“Selanjutnya korban memakan obat nyamuk bakar sebanyak satu kotak, kemudian baru gantung diri,” beber Hafidz.

Kapolsek mengatakan, jajarannya sudah memeriksa saksi. Kasus ini murni gantung diri. “Dugaan kuat memang karena tekanan atau beban hidup,” katanya.

Sekitar pukul 18.30 Yohanes diturunkan dari tali gantungan dengan seizin tim identifikasi Polresta Pontianak.

Selanjutnya sekitar pukul 18.45 jasadnya dibawa ke Dokkes Polda Kalbar menggunakan ambulance untuk divisum.

“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah,” ungkap Hafidz.

(zrn/jpg/sdf)



loading...

Feeds

Tak Bisa Main, Evan Dimas Lemas

Pada laga tersebut, satu gol kemenangan Indonesia diciptakan Marinus Mariyanto Wanewar yang memanfaatkan umpan lambung Septian David Maulana di menit …

Ashanty dan Anang Kuda-kudaan

"Iya nih bunda ketakutan banget. Akhirnya tukaran kuda. Punyaku ditunggangi bunda, punya Azriel aku yang pakai. Seru banget sih berkuda," …