Istri Tak Menyangka Suaminya Tewas Dimakan Ular

Akbar tewas ditelan ular piton

Akbar tewas ditelan ular piton

POJOKSUMUT.com, Keluarga Akbar, korban tewas akibat dimangsa ular piton masih berduka. Istri Akbar, Munariah juga masih sok. Dia tak menyangka suaminya tewas ditelan piton.

Istri Akbar, Munariah baru mengetahui kabar duka itu, Kamis, 30 Maret. Muna sapaan istri Akbar yang saat itu berada di Palopo langsung bergegas bersama orang tua dan dua anaknya putri, 5 tahun, dan Nurafifah Naila berusia 3 bulan di rumah duka.

Dia tiba di Desa Salubiro Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Jumat, 31 Maret pukul 11.00 wita di rumah duka. Namun sayang Muna tak melihat pemakaman suaminya, Akbar Selasa lalu.

Dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group), orang tua Akbar, Ramli yang dikonfirmasi malam tadi mengatakan bila istri Akbar, Munariah tiba di Salubiro pukul 11.00 wita.

Dia terlihat sok dan berusaha tegar. Namun anaknya putri, 5 tahun kerap mencari bapaknya. Itulah yang membuat keluarganya merasa sedih.

“Anaknya selalu cari bapaknya. Anaknya bilang ke kami, mu sembunyikan bapak ku,” tutur Ramli menirukan tuturan cucunya putri.

Namun keluarga pun berusaha tegar menerima musibah yang menimpa keluarganya.

”Kami semua sehat-sehat. Tapi masih sering bingung sekali, karena anaknya selalu bilang. Di mana, kau sembunyikan bapakku. Bahkan dia mencarinya ke rumah tantenya dekat rumah,” ungkap Ramli.

Begitu pula Munariah, menantunya. Dia juga terlihat demikian. Namun saat dicoba berbicara ke Muna istri Akbar, Ramli bilang istri Akbar sudah istirahat lelah perjalan jauh.

Dia juga menidurkan kedua anaknya. ”Sudah tidur dek, tahulah cape baru tiba dari Palopo,” ujarnya.

Ramli juga tak menyangka Akbar ditelan piton. Pada Januari lalu, Akbar sempat mengantar istrinya ke Palopo.
Sebelum ke Palopo, Akbar dan istrinya sempat nginap di rumah orang tua Akbar di Tinambung Kabupaten Polman.

”Iya, sempat nginap di rumah satu bulan. Lalu antar istrinya di Palopo. Baru setelah sepuluh hari setelah melahirkan istrinya. Singgah lagi di rumah. Baru ke Karossa,” tuturnya.

Akbar saat itu kata Ramli pamit untuk ke kebun sawitnya. ”Mau ka ke lokasi sawit ku, mau dikerja, mau dibabat,” paparnya.

Dan Akbar pun terakhir pamit dua bulan lalu itu kemudian ditemukan tewas ditelan piton. Kabar itu pun cepat didengar orang tuanya.

Ramli juga tak menyangka musibah menimpa keluarganya. ”Sekarang pun baru ada kejadian begini di sini. Warga juga was-was,” urainya.

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura mengatakan semua elemen sudah turun tangan agar tak kejadian tak terulang.

Termasuk dinas pertanian dan kehutanan bersama masyarakat di Salubiro sudah turun tangan membersihkan parit-parit dari semak-semak bisa menjadi sarang piton.

”Sudah turun semua. Juga intruksi Kapolda ke Polres untuk menyurat ke semua elemen untuk turun. Apalagi dua bulan lalu memang warga mendapat piton, tapi kejadian tidak begitu. Kita tak mau hal ini terulang,” ungkapnya.

(ham/sad/JPG/sdf)



loading...

Feeds