Dibanjiri Protes, OSN SMA Tingkat Kota Medan 2017 Diulang

Ilustrasi UN. Hari ini hasil UN SMP diumukan

Ilustrasi UN. Hari ini hasil UN SMP diumukan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA Tingkat Kota Medan tahun 2017 yang diulang lantaran terjadi kejanggalan dan kesalahan, pada 31 Maret lalu dinilai tidak transparan.

Sebab, hasil dari kompetisi tersebut hingga kini belum diumumkan oleh panitia penyelenggara yakni Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Medan.

Koordinator Forum Guru Pembina OSN Sumut, Sofyanto mengungkapkan, hingga sekarang hasil dari pelaksanaan OSN tingkat Kota Meda belum juga diketahui atau diumumkan pihak panitia.

Padahal, para peserta olimpiade siswa tersebut telah menunggu hasilnya seperti apa.

“Pada pelaksanaan OSN 31 Maret lalu, seharusnya bisa diumumkan siapa saja yang keluar sebagai pemenang. Karena, anak-anak atau sekolah yang menjadi peserta sangat menunggu hasilnya seperti apa,” ujar Sofyanto Selasa (4/4/2017).

Dia mengaku, pihaknya tidak tahu kenapa bisa lama hasilnya diumumkan. Selain itu, pihak panitia juga tidak transparan.

“Kalau daerah lain langsung diumumkan dan hasil diketahui siapa yang menang, sedangkan di Medan tidak. Saya menilai, MKKS atau panitia penyelenggara tidak paham dengan mekanisme pelaksanaan OSN seperti apa. Bahkan, mereka juga tidak mau berbagi pandangan kepada yang memahami. Padahal, kami bisa memfasilitasi kepada sekolah yang menjadi peserta untuk menjelaskan mekanisme OSN yang benar seperti apa. Jadi, tidak ada transparansi untuk hasilnya. Selama ini memang juga begitu dan sekarang terjadi juka seperti itu,” ungkap Sofyanto.

Diutarakan dia, seharusnya panitia penyelenggara dapat melakukan pertemuan dengan pihaknya atau sekolah yang menjadi peserta. Namun, kenyataannya sampai sekarang tidak ada dilakukan.

Lebih jauh Sofyanto mengatakan, meski sudah dilakukan ulang akan tetapi masih ada beberapa persoalan yang mengganjal bagi sekolah yang menjadi peserta OSN. Selain hasil pelaksanaannya belum diumumkan hingga sekarang, terkait biaya pendaftaran sebesar Rp100.000.
“Mengenai biaya pendaftaran yang dibebankan Rp100.000 per sekolah, sebenarnya dalam aturan tidak ada. Akan tetapi, karena peralihan kewenangan SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) sehingga dipungut biaya. Sebab, selama ini semenjak Pemkab/Pemko yang menangani SMA/SMK, pelaksanaan OSN dibiayai APBD. Namun, karena kewenangannya sudah beralih maka otomatis panitianya pun berganti. Sehingga, panitia yang menangani OSN tersebut diserahkan kepada MKKS Kota Medan dan diputuskan dipungut biaya,” papar Sofyanto sembari mengatakan, dipungutnya biaya pendaftaran tersebut kemungkinan karena Pemprov atau panitia tidak memiliki anggaran untuk pelaksanaan OSN.



loading...

Feeds