Peringkat Ketiga Terbanyak Laporan UN, Disdik Sumut Perlu Dievalusi

UN berbasis komputer

UN berbasis komputer

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Peringkat ketiga yang diraih Sumut dalam hal laporan kendala teknis penyelenggaraan ujian nasional (UN) pada hari pertama yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat sorotan dari praktisi pendidikan.

Oleh karena itu, kinerja Dinas Pendidikan Sumut patut dipertanyakan dan perlu dievaluasi.

Sebelumnya, berdasarkan hasil rekapitulasi Kemendikbud secara keseluruhan pengaduan yang masuk ke Kemendikbud mencapai 383 pengaduan. Pengaduan paling banyak berasal dari provinsi Jawa Barat yang mencapai 85 pengaduan. Kemudian disusul dari Jawa Tengah (55), Sumatera Utara (37), dan Jawa Timur (32).

Untuk kategori pengaduan yang dilaporkan di antaranya, infrastruktur sekolah 148 pengaduan, infrastruktur pusat 4 pengaduan, SDM 40 pengaduan, aplikasi 40 pengaduan, dan SOP 66 pengaduan.

Praktisi pendidikan dari Lembaga Riset Publik (Larispa) Indonesia, M Rizal Hasibuan mengatakan, persoalan atau kendala-kendala yang terjadi pada penyelenggaraan UN seharusnya sudah bisa diantisipasi. Sebab, UNBK dan UNKP bukan pertama kalinya digelar.

“Perlu dievaluasi kinerja Dinas Pendidikan Sumut kenapa persoalan itu terjadi lagi. Sepatutnya, kendala-kendala yang terjadi dapat teratasi, karena dapat belajar dari pengalaman sebelumnya,” ujar Rizal, Selasa (4/4/2017).

Menurut dia, kalau sudah begitu bagaimana menghadapi persoalan lain dan memecah jalan keluarnya.

Hal senada diungkapkan pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Syaiful Sagala. Diutarakan Syaiful, melihat kendala yang terjadi pada pelaksanaan UN sebenarnya Dinas Pendidikan Sumut tidak antisipatif.

“Penyelenggaraan UN khususnya UNBK sudah pernah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Tapi kenapa, instansi terkait (Dinas Pendidikan Sumut, red) tidak menyiapkan solusi bila kendala-kendala tersebut terjadi,” ucapnya.

Diutarakan Syaiful, oleh karena itu menghadapi persoalan ini tentunya membutuhkan pemimpin yang antisipatif. Artinya, memiliki ide atau pemikiran yang cemerlang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Seharusnya, dapat mengambil pelajaran dari penyelenggaraan UN tahun-tahun sebelumnya. Jadi, kalau tidak memiliki solusi, maka permasalahan itu-itu saja yang muncul setiap tahun pada pelaksanaan UN maupun UNBK. Kalau sudah begitu, bagaimana dunia pendidikan Sumut mau maju dan berkembang,” cetusnya.



loading...

Feeds