Tim Kuasa Ahok Putar Video Ceramah Habib Rizieq di Sidang, Begini Alasannya…

Habib Rizieq
foto : youtube

Habib Rizieq foto : youtube

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Sidang ke-17 kasus dugaan penistana agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali digelar, Selasa (4/4/2017).

Kali ini, secara mengejutkan Tim Kuasa Ahok memutarkan video ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang isi ceramahnya tentang makna Surah Al-Maidah ayat 51 yang pernah disentil Ahok.

Dalam video itu memperlihatkan Habib Rizieq mengelaborasi Al-Maidah ayat 52, yang dianggapnya menjadi kunci polemik legalitas memilih pemimpin muslim bagi umat Islam.

Tim penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan alasan memutar video ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pada sidang kasus dugaan penodaan agama Islam pada Selasa (4/4/2017).

Humphrey Djemat, salah satu anggota tim pengacara Ahok mengaku, dari tayangan itu bakal membuktikan bahwa Rizieq sejak awal tidak menyukai kliennya.

“Kan di situ kelihatan kebencian dari Rizieq kepada Pak Ahok. Ada kata-kata biar kesamber geledek, atau ada yang bunuh,” ucap Humphrey ketika diwawancarai di kompleks Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Lebih lanjuut Humphrey mengatakan, Rizieq merupakan ahli agama yang didatangkan jaksa yang penilaiannya harus bersifat objektif. “Tapi kalau dilihat dari omongan Rizieq kelihatan sekali kebenciannya terhadap Ahok. Itu justru yang mau kita tunjukin,” terangnya.

Menurut politikus PPP itu, dari video ceramah tersebut akan terlihat benang merah bagaimana kasus penodaan agama oleh Ahok bermula. Sebab, sebagian besar pelapor Ahok ditengarai terafiliasi dengan FPI yang dikomandoi oleh Rizieq.

“Semuanya (pelapor) itu bagi kita merupakan jaringan. Itu bagi kita dengan Rizieq muncul menunjukan bahwa ini saksi pelapor punya identitas yang sama sebenarnya. Mereka membenci Ahok, punya ideologi yang sama, punya tujuan yang sama,” jelas Humphrey.



loading...

Feeds