Banyak Rumah Tak Layak Huni, Sumut Butuh 700.000 Unit Lagi

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menekan tombol sebagai simbolis peresmian peletakkan batu pertama peremajaa Rusun Sukaramai Medan, Rabu (5/4/2017). 
foto : fir/pojoksumut

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menekan tombol sebagai simbolis peresmian peletakkan batu pertama peremajaa Rusun Sukaramai Medan, Rabu (5/4/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN– Gubenur Sumut HT Erry Nuradi menyatakan, angka kebutuhan rumah (backlog) di Sumut saat ini mencapai 700.000 unit. Sedangkan rumah tidak layak huni ada 100.092 unit.

Hal itu di utarakannya disela-sela peletakkan batu pertama peremajaan Rusun Sukaramai Medan, Rabu (5/4/2017).

“Melihat angka backlog perumahan dan rumah tidak layak huni di Sumut, tentu perlu mendapat perhatian khusus dari para stakeholder. Denga begitu, angka kebutuhan rumah dan rumah tidak layak huni bisa ditekan,” tambah Erry.

Menurut dia, seiring berjalannya waktu dengan terbentuknya nomenklatur baru, perumahan dan kawasan pemukiman, Pemprov Sumut dan pemkab/pemko tentu tetap mengalokasikan dana untuk itu.

“Kami selalu menganggarkan dana untuk rehab rumah tidak layak huni, rata-rata hampir 1.000 unit setiap tahunnya yang bekerja sama dengan Kodam I Bukit Barisan,” akunya.

Lebih jauh Erry menuturkan, salah satu tantangan pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman adalah hunian vertikal. Tantangan ini muncul sebagai akibat kelangkaan lahan khususnya di kota-kota besar termasuk Medan. Maka dari itu, kebutuhan rumah MBR di kota besar menjadi bagian penting diatasi.

“Diharapkan program sejuta rumah yang digalakkan pemerintah pusat dapat dilaksanakan oleh pemkab/pemko yang ada di Sumut,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds