Keluarga Korban Sebut Kebakaran di Tuntungan Diduga Dilakukan Pihak Ini

Petugas mengevakuasi keempat korban kebakaran di Tuntungan, Rabu (5/4/2017).
foto : instagram BPBD Medan

Petugas mengevakuasi keempat korban kebakaran di Tuntungan, Rabu (5/4/2017). foto : instagram BPBD Medan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Peristiwa kebakaran rumah yang menewaskan empat orang di Jalan Pertanian/Simpang Gardu, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan diduga disengaja, Rabu (5/4/2017) subuh.

Informasi beredar, kebakaran yang merenggut nyawa ibu anak serta cucu tersebut ternyata perkara jual beli tanah.

Menurut adik korban Martita Sinuhaji bernama Hidup Sinuhaji, saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara menduga, keluarganya meninggal dunia bukan murni kecelakaan tetapi ada unsur kesengajaan.

“Jadi sebelum meninggal dunia, Franki sedang mandi untuk persiapan pergi ke Desa Pilpil, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kalaulah memang murni kebakaran pasti dia (Franki) bisa menyelamatkan diri. Nah di bagian kepala Franki ada kami lihat bekas luka hantaman benda tumpul. Sehingga, diduga keluarga kami itu sengaja dihabisi oleh orang suruhan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/4/2017).

Disebutkannya, empat tahun lalu keluarganya membeli tanah dari Jayamita Ginting seharga Rp260 juta. Sesuai kesepakatan antara Jayamita Ginting dan korban, tanah itu akhirnya dibeli. Untuk tahap awal korban membayar Rp138 juta pada Jayamita.

“Akhirnya tanah itu dibeli oleh keluarga kami (Marita Sinuhaji). Pertama korban membayar Rp138 juta dan sisanya akan dilunaskan apabila sertifikat tanah sudah diberikan. Tapi, bagaimana kami mau melunasinya sedangkan sertifikat itu enggak dikasih sama si Jayamita Ginting,” sebutnya.



loading...

Feeds

Status Keamanan Sumut Siaga II

Meski begitu, MP Nainggolan menegaskan dalam siaga dua ini, kendati para personil yang diturunkan untuk pengamanan tidak lagi secara maksimal