Mau Tahu Seberapa Besar Dana Himpunan GNPF-MUI?

GNPF MUI

GNPF MUI

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Dana yang dihimpun kegiatan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI sejak dibentuk beberapa bulan lalu pernah mencapai Rp5 miliar.

Hal itu diungkapkan Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/4/2017).

Angka yang disebutkan Michdan merupakan tanggapan dari upaya polisi mengusut aliran dana dari Yayasan Keadilan Untuk Semua (Justice For All). “Yang jelas bahwa, di dalam kegiatan GNPF-MUI itu, pernah terhimpun dana hampir Rp5 miliar,” ujarnya.

Yayasan yang disiapkan untuk menyokong Aksi Bela Islam sejak beberapa edisi yang lalu. Mulai dari Aksi 411 dan Aksi 212 hingga Aksi 313. Namun, angka yang disebutkan pihak Polda Metro Jaya (PMJ), sama seperti kata GNPF-MUI Bachtiar Nasir, beberapa waktu lalu. Yaitu, sebesar Rp3 miliar.

Michdan menampik jika dana tersebut digunakan untuk kegiatan pemufakatan makar. Seperti yang dipersangkakan polisi terhadap para tersangka.

“Nggak ada (dana makar). Itu tujuannya untuk (aksi) 212 dan lainnya. Kemudian disalurkan ke kegiatan kemanusiaan di Aceh,” papar pengacara senior yang kerap mendampingi tersangka teroris itu.

Menurut Michdan, dana yang dikumpulan, juga melibatkan relasi LSM asal Turki, İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı atau dikenal dengan nama IHH. Namun, sinergitas GNPF-MUI dengan IHH, lanjutnya, dituding sejumlah pihak sebagai afiliasi dengan Negera Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Inikan sampai melibatkan rekanan LSM di Turki ya, IHH. Sempat koordinasi dengan kita (GNPF-MUI). Tapi, malah dituding, katanya berhubungan dengan ISIS. Kan kami keberatan,” sesal Michdan.

Terkait dugaan aliran dana tersebut, Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir sempat diperiksa penyidik Tipideksus Bareskrim Polri, 10 Februari lalu. Penyidik menduga, Bachtiar terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Yayasan Justice For All. Pasalnya, yayasan tersebut terafiliasi sebagai pengelola dana untuk kegiatan GNPF-MUI di Aksi 411 dan Aksi 212.

Bachtiar menilai, dana hasil penggalangan umat sebesar Rp3 miliar itu tergolong kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan dana kampanye atau kegiatan politik lainnya.

“Dibanding dana politik, (dana) untuk merawat massa sebanyak itu, terlalu kecil,” timpal Bachtiar saat itu. (rus/RMOL/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds