Bersaksi di Sidang Korupsi E-KTP, Hakim Ingatkan Setnov Berkata Jujur

Setya Novanto

Setya Novanto

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Sidang perkara e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, kembali digelar, Kamis (6/4/2017). Kali ini, Ketua DPR RI Setya Novanto hadir sebagai saksi.

Seperti komentar sebelumnya, dia lagi-lagi membantah menerima aliran uang korupsi 11 persen dari nilai proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Hal itu diakui Setnov saat menjadi saksi dalam sidang

“Tidak benar Yang Mulia,” kata Setnov di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Tak hanya itu, mantan ketua fraksi Golkar itu juga mengaku tidak mengetahui adanya bagi-bagi uang di kalangan anggota DPR dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Tak percaya begitu saja, Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-butar lantas mengingatkan Setnov untuk memberikan keterangan yang jujur.

“Saya cuma ingatkan anda sudah disumpah,” ujar Hakim John.

“Betul, Yang mulia. Sesuai sumpah saya,” jawab Setnov.

Dalam surat dakwaan, Setnov terungkap dijatahi uang sebesar Rp 574 miliar oleh Andi Narogong. Uang itu merupakan bagian 11 persen dari total nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pun meyakini pemberian uang itu telah terealisasi kepada Setnov. (put/JPG/nin)



loading...

Feeds

Tak Terasa Padi Sudah 20 Tahun

Namun semua itu gagal. ’’Jalannya memang harus vakum, bukan mencari personil lain sebagai pengganti, atau bahkan bubar,’’ paparnya.