Duh! Pulang dari Arab Saudi, TKW Ini Bibirnya Bernanah, Perut Bekas Jahitan

Kondisi Khotimah yang penuh luka setelah pulang dari Arab Saudi.
foto : Lombok Post/JPG

Kondisi Khotimah yang penuh luka setelah pulang dari Arab Saudi. foto : Lombok Post/JPG

POJOKSUMUT.com, LOMBOK-Tragis sekali kisah hidup nasib Khotimah. Tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng) ini pulang dengan kondisi mengerikan.

Bibirnya lebam hingga mengeluarkan nanah, terdapat bekas jahitan di perut, telinga, dan paha. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Arab Saudi.

“Warga saya itu dipulangkan Rabu (29/3/2017) lalu. Alhamdulillah, sekarang dirawat di RSUP NTB,” kata Kepala Desa Nyerot Sahim kemarin (4/4/2017), seperti dilansir Lombok Post (grup pojoksumut.com) hari ini (6/4/2017).

Sahim menuturkan, Khotimah bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Ia mengantongi dokumen penempatan dan pemberangkatan yang sah. Hanya saja, pemulangannya ke tanah air tidak dibarengi dengan gaji dan asuransi. Terlebih, yang bersangkutan mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Parahnya lagi, lanjut Sahim, tekong yang merekrutnya malah menghilang entah ke mana. Dari informasi pihak keluarga, tekong yang dimaksud berasal dari Lombok Timur (Lotim). “Ini yang sedang kami cari. Termasuk, perusahaan yang memberangkatkan,” tandasnya.

Mereka, tambah ketua Forum Kepala Desa (FKD) Loteng tersebut, wajib bertanggung jawab, bagaimana pun caranya. Jika tidak, aparatur pemerintah desa akan bertindak tegas.

“Kami sangat menyayangkan kasus TKI/TKW di daerah kita ini, yang tidak pernah selesai-selesai,” cetus Ketua Dewan Pengawas Panca Karsa NTB Endang Susilawati secara terpisah.

Kasus yang menimpa Khotimah tersebut, menurut Endang hanya sebagian kecil saja. Masih banyak kasus yang sama, namun tidak ada jalan keluar terbaik dari pemerintah. “Dari hasil kroscek data, Khotimah itu TKW legal. Hanya saja, kami temukan perbedaan nama, umur, dan alamat,” ungkapnya.

Ia membeberkan, di paspor namanya bukan Khotimah, melainkan Husnul Hotimah binti Radimah Rabi. Parahnya lagi, umur Khotimah yang seharusnya 15 tahun, malah ditambah menjadi 37 tahun. Begitu pula alamat rumah, yang seharusnya Desa Nyerot justru diubah ke alamat Desa Puyung.

“Sekali lagi, kalau penempatan dan pemberangkatannya ke luar negeri sudah sah. Cuma, ada pemalsuan dokumen kependudukan,” kata Endang.



loading...

Feeds