Inilah Nama-nama yang Terjaring OTT Saber Pungli di Dinas Pertambangan dan Energi Sumut

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Terkait penangkapan saber operasi tangkap tangan (OTT) Poldasu, selain meringkus Kadis Pertambangan dan Energi serta enam orang lainnya, juga menyita uang sebesar Rp39,9 juta dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Dinas Pertambangan dan Energi Sumut di Jalan Setiabudi Pasar 2 Medan, Kamis (6/4/2017).

Dari operasi tersebut, tindakan OTT yang dilaksanakan berdasarkan info adanya pungutan diluar ketentuan Pungli, dalam hal pengurusan persetujuan dokumen ekplorasi, study kelayakan, study kelayakan, dan Rencana kerja anggaram biaya. RKAB, yang dilakukan oleh kepala Dinas pertambangan energi dan sumber mineral. Ir. Eddy Saputra Salim. Msc.

Sesuai info tersebut salah satu warga masyarakat bernama Suherwin ,42, Warga Jl SMA Negeri Sei Rampah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), dan Dora Simanjuntak (37), Warga yang sama mendatangi kantor Dinas energi dan sumber mineral akan membayar dana pengurusan persetujuan dokumen ekplorasi, study kelayakan, dan Rencana kerja anggaram biaya RKAB, kepada Kadis Ir. Eddy Saputra Salim. Msc. pertambangan di ruang kerja Kadis.

Pada pukul 12.30 WIB, keduanya masuk keruangan kerja Kadis Pertambangan untuk membayar biaya persetujuan dokumen, ekplorasi, study kelayakan, dan Rencana kerja anggaran biaya RKAB, kedua warga tersebut saat di ruangan langsung menyerahkan dana tersebut sebesar Rp15.000.000.- dan uang langsung diterima Kadis Pertambangan.

Setelah keduanya melakukan pembayaran, keluar dari ruangan kerja Kadis Pertambangan setelah selesai menyerahkan dana persetujuan Dokmen ekplorasi, study kelayakan, dan Rencana kerja anggaram biaya. RKAB, petugas OTT mengamankan kedua warga tersebut dan mempertanyakan kehadiran di ruangan Kadis Pertambangan, oleh warga tersebut menerangkan baru menyerahkan uang dana pengurusan persetujuan Dokumen ekplorasi, study kelayakan, dan Rencana kerja anggaran biaya.



loading...

Feeds

Tak Terasa Padi Sudah 20 Tahun

Namun semua itu gagal. ’’Jalannya memang harus vakum, bukan mencari personil lain sebagai pengganti, atau bahkan bubar,’’ paparnya.