Tuai Kecaman, PSSI Bakal Revisi Kebijakan Pembatasan Usia

Letnan Jenderal Edy Rahmayadi. | file pojoksatu.id

Letnan Jenderal Edy Rahmayadi. | file pojoksatu.id

POJOKSUMUT.com, KECAMAN yang datang pesepakbola dan publik tanah air terkait pembatasan usia maksimal di kompetisi Liga 1 dan Liga 2 mulai mendapatkan respon.

Pasalnya, ada sinyal bahwa PSSI akan mengevaluasi kebijakan yang sudah mereka sudah ambil tersebut.

Perubahan keputusan itu setelah adanya pertemuan antara PSSI dan perwakilan APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesinal Indonesia).

Ya, dalam pertemuan yang berlangsung di Markas Komando Strategi Angkatan Darat (Makostrad), Jakarta Pusat, beberapa hari lalu (3/4/2017) itu, ada sejumlah kesepakatan tak tertulis yang dilakukan oleh kedua pihak. Mewakili aspirasi pemain, APPI memang keberatan dengan adanya regulasi pembatasan usia maksimal pemain.

Seperti yang diketahui, federasi sepak bola tanah air itu menerapkan aturan usia maksimal 35 tahun bagi Liga 2 dan untuk Liga 1 hanya boleh ada dua pemain dengan usia di atas 35 tahun. Sumber internal di PSSI menyebutkan, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi siap mengubah keputusan pembatasan usia maksimal itu.

“Dengan catatan, semua pemain di atas usia maksimal itu harus segera mengambil lisensi kepelatihan di tahun depan,” kata sumber yang tidak mau identitasnya dipublikasikan itu. “Jadi, ini musim terakhir bagi para pemain yang sudah senior itu untuk berkompetisi, selanjutnya mereka harus segera pensiun,” timpal sumber tersebut.

Sayang, Edy tidak bisa dikonfrimasi terkait hasil pertemuan tertutup itu. Nomor ponsel Edy tidak aktif saat dihubungi oleh Jawa Pos (Grup Pojoksumut).

Chief Operating Officer (COO) PT LIB (Liga Indonesia Baru) selaku operator kompetisi mengaku mereka belum mendengar keputusan tidak berlakunya pembatasan usia maksimal pemain tersebut. “Belum ada informasi tentang itu,” kata Tigor.

Di sisi lain, Presiden APPI Ponaryo Astaman tidak mau berbicara banyak soal hasil pertemuan mereka dengan ketua umum PSSI tersebut. “Tapi, belum ada keputusan final. Karena PSSI akan mengkaji lagi hasil pertemuan kami dengan mereka. Rencananya besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan itu,” ujar dia.

Menurut pemain Pusamania Borneo Football Club (PBFC) itu, bila kemudian hari ada pembatasan usia pemain tersebut, maka federasi harus memberikan program beasiswa bagi pemain yang hendak mengambil lisensi kepelatihan “Program ini sebenarnya sudah ada. Tapi, sempat hilang saat PSSI dibekukan oleh FIFA dua tahun lalu,” jelas dia.

Meski begitu, Eva Gonzales, istri dari striker Arema, Crisitian Gonzales yang ikut dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, pertemuan dengan ketua umum PSSI itu berujung manis untuk para pemain senior. “Hasilnya sangat positif. Tapi, kami dilarang membicarakan hasilnya ke publik. Karena itu wilayahnya PSSI,” kata Eva. (ben/jpg/nin)



loading...

Feeds