Miris! Pak Kadis yang Terjaring OTT Pungli Dua Bulan Lagi Pensiun

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut, Eddy Saputra Salim saat digelandang Tim OTT Saber Pungli Polda Sumut, kemarin (6/4/2017).
foto : sutan siregar/sumutpos/JPG

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut, Eddy Saputra Salim saat digelandang Tim OTT Saber Pungli Polda Sumut, kemarin (6/4/2017). foto : sutan siregar/sumutpos/JPG

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Fakta miris terungkap dari tertangkapnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut/Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, Eddy Saputra Salim oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumut.

Pasalnya, ini menjadi kado terburuk baginya menjelang akhir pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Ternyata, Eddy Saputra pada Juni 2017 akan pensiun.

Sekda Prov Sumut, Hasban Ritonga mengaku kaget dan prihatin atas kejadian yang menimpa anak buahnya itu. Apalagi katanya, yang bersangkutan pada Juni mendatang sudah memasuki masa pensiun. “Bulan 6 kami pensiun. Ada tiga nanti yaitu selain saya juga Pak Eddy dan Pak Bukit (Tambunan),” terang Hasban Ritonga seperti dilansir Sumut Pos (grup pojoksumut), Jumat (7/4/2017).

Hasban mengaku, hanya baru menerima laporan bahwa ada OTT tim saber pungli Polda Sumut di kantor Dinas ESDM. “Saya terkejut karena setahu saya orang yang bersangkutan itu orang baik, makanya kami kaget. Apalagi selama ini belum ada laporan yang saya terima terkait perlakuan-perlakuan seperti itu,” sambungnya.

Yang membuat Hasban tidak percaya lagi, karena saat ini sedang dilakukan peralihan kewenangan dan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK).

Hasban menilai, selama ini Eddy juga merupakan sosok yang kompeten dalam tugasnya. Sebab berdasarkan hasil nilai uji kompetensi yang dilakukan untuk pejabat di jajaran Pemprov Sumut, Eddy Saputra Salim mendapatkan nilai yang baik.

Atas kasus ini, sambungnya, Pemprov Sumut memegang prinsip praduga tak bersalah. “Kalau ditanya sikap kami sudah pasti Pemprov akan berpihak kepada penegakan hukum, itu sudah pasti meski hal itu pahit ya tapi tetap Pemprov Sumut berpihak ke penegakan hukum. Dalam kasus ini kami tetap dalam koridor azaz praduga tidak bersalah,” terangnya.

Hasban meminta kepada semua jajaran ataupun aparat SKPD di jajaran Pemprov Sumut untuk dapat menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran dan harus lebih berhati-hati dan berani untuk berkata tidak dan berani untuk jujur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eddy Saputra Salim diamankan, usai menerima uang yang diduga suap dari pelaku bisnis tambang. Disinyalir uang suap itu untuk izin pertambangan galian C.

OTT itu terjadi sesaat Pemprov Sumut usai melakukan acara penandatanganan komitmen dan Rapat Koordinasi, Supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegrasi bersama Komisi Pemberantasan Korups (KPK), Kamis (6/4).

Acara yang berlangsung di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut itu juga dihadiri oleh Eddy Saputra Salim. Bahkan pimpinan KPK, Basaria Panjaitan juga ikut melakukan tanda tangan pada acara itu.

Selain Basaria, juga hadir Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Sri Wahyuningsih, dan lainnya tersebut.



loading...

Feeds

SAH! Besok Kita Lebaran

Menurutnya, hilal terlihat di pada sudut ketinggian 3,88 derajat dengan umur bulan 8 jam 15 menit dan 24 detik. Hal …