Ibu Lagi Terima Telepon, Tiba-tiba Bayinya Terbakar Lampu Teplok

Korban ditemani ibunya di rumah sakit.
foto : istimewa

Korban ditemani ibunya di rumah sakit. foto : istimewa

POJOKSUMUT.com, MADINA–Keheningan malam di Banjar Silangit, Kelurahan Hutasiantar, Panyabungan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (6/4/2017) mendadak menjadi pecah.

Ini setelah tangisan bayi berusia 8 bulan mengagetkan warga. Tangisannya sangat lirih, benar, ternyata api sudah menjalar di tubuhnya.

Peristiwa itu berlangsung sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu, ibu korban, Atikah (35), yang tengah menjaga bayinya ke luar rumah sessat menerima telepon dari kerabatnya yang berada di luar daerah.

Asyik bertukar kabar, Atikah tak sadar lampu yang terbuat dari botol kaca dan diberi sumbu itu terjatuh dan pecah. Lalu, membakar tubuh bayinya yang diletak tak jauh dari lampu teplok itu dipasang. Atikah baru tersadar setelah melihat bayinya menangis tak karuan.

Begitu melihat api menjilat tubuh buah hatinya, Atikah berteriak minta pertolongan suaminya, Asmar Hadi (38), yang sedang berada di luar rumah.

Dengan dibantu tetangga dan paman korban, Mahdi, bayi itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan.

Di instalansi gawat darurat rumah sakit plat merah itu, bayi itu sempat dirawat. Namun, pihak rumah sakit menyerah. Keluarga korban yang tergolong kurang mampu itu, sempat bingung jika harus merujuk bayinya ke luar daerah.



loading...

Feeds

Tak Terasa Padi Sudah 20 Tahun

Namun semua itu gagal. ’’Jalannya memang harus vakum, bukan mencari personil lain sebagai pengganti, atau bahkan bubar,’’ paparnya.